08117992581

Catat 26 Kasus Anak, Yayan Himbau Tidak Keluar Larut Malam dan Ikuti Arahan Orang Tua

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Memasuki tahun 2024 Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas IIA Kota Metro telah mencatat sebanyak 26 kasus anak yang berhubungan dengan hukum, Rabu (21/02/2024).

Dikatakan Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Bimbingan Klien Snak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kota Metro, Yayan mengatakan, tugas fungsi pokoknya adalah melakukan pembinaan terhadap anak yang berhubungan dengan hukum, ketika anak tersebut diproses secara hukum ditangkap oleh penyidik. 

"Tentu penyidik itu sudah langsung menyurati Bapas untuk dilakukan pendampingan, kemudian dimintakan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) sebagai dasar untuk proses peradilan selanjutnya apakah itu bisa upaya diversi atau masuk ke peradilan," ujarnya.

Ia menuturkan, masuk ditahun 2024 klien anak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kota Metro berjumlah 26 orang.

"Artinya dari bulan Januari sampai dengan pertengah Februari ini dengan kasus yang beragam," tutur Yayan.

Yayan menjelaskan, ada perbedaan antara hukuman untuk kasus anak dan pada kasus orang dewasa.

"Tentu berbeda karena hukuman sistem peradilan untuk anak itu diatur oleh undang-undang sendiri lewat Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," terangnya.

Menurutnya, terdapat 8 sampai 9 orang anak di Kota Metro yang berhubungan dengan hukum.

"Ketika anak itu dimintakan permintaan penelitian kemasyarakatan tentu datanya sudah masuk ke Bapas. Tapi ketika penyelesaian perkaranya tidak lanjut atau selesai di penyidikan dengan kata istilahnya Restoratif Justice (RJ), itu Bapas pasti minta surat penghentian penyidikan dari kepolisian sebagai bukti bahwa anak ini sudah di RJ kan," jelasnya.

"Saya menghimbau kepada anak-anak yang ada di Kota Metro sebaiknya tidak keluar pada larut malam karena dapat menimbulkan hal-hal yang negatif, dan sebaiknya anak-anak ini selalu mengikuti arahan orang tua untuk tetap belajar Interaktif," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)