Keterangan Gambar : Cara menyimpan sayuran di kulkas. foto/pixabay
Kota Metro, A1BOS.COM -Sayuran lebih cepat rusak jika disimpan dalam kondisi yang tidak sesuai. Suhu kulkas, kelembapan, serta kondisi sayuran saat disimpan ikut menentukan kesegarannya.
Kementerian Kesehatan menyebut penyimpanan yang baik diperlukan agar sayur dan buah lebih tahan lama serta terhindar dari kontaminasi bakteri dan jamur.
Karena itu, sayuran sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke kulkas tanpa melihat jenis dan kondisinya.
Jangan Simpan Sayuran dalam Kondisi Basah
Kelembapan berlebih dapat mempercepat kerusakan sejumlah sayuran. Salah satu contohnya mentimun. Kementerian Kesehatan menyarankan mentimun dikeringkan setelah dicuci sebelum disimpan di kulkas.
Sayuran yang sudah rusak atau menunjukkan tanda pembusukan juga sebaiknya segera dipisahkan. Memar dan jamur merupakan tanda sayuran atau buah mulai mengalami kerusakan.
Atur Suhu Kulkas
Suhu penyimpanan berpengaruh terhadap kualitas sayuran. USDA menyebut produk pangan yang mudah rusak perlu disimpan dalam kulkas pada suhu 40°F atau lebih rendah, sekitar 4 derajat Celsius.
Kementerian Kesehatan juga menetapkan suhu chiller maksimal 4 derajat Celsius dalam standar penyimpanan bahan pangan pada fasilitas pangan.
Untuk sayuran berdaun, pengendalian suhu menjadi perhatian penting karena suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas. USDA menyebut sayuran berdaun segar perlu dipertahankan dalam kondisi dingin untuk menjaga mutunya.
Tidak Semua Sayuran Harus Masuk Kulkas
Bawang, kentang, dan labu tidak selalu perlu disimpan di kulkas. Kementerian Kesehatan menyarankan bahan-bahan tersebut ditempatkan di tempat yang sejuk, agak gelap, dan memiliki sirkulasi udara.
Kentang dan bawang juga sebaiknya tidak disimpan dalam kantong plastik karena kondisi tersebut dapat memicu pembusukan.
Jadi, memasukkan semua jenis sayuran ke kulkas bukan berarti semuanya akan lebih awet.
Pisahkan Sayuran yang Lebih Dulu Dibeli
Penataan isi kulkas juga penting. Bahan yang lebih dulu dibeli sebaiknya ditempatkan di bagian depan agar digunakan lebih dahulu.
Kementerian Kesehatan menganjurkan prinsip first in first out (FIFO), yakni bahan yang disimpan lebih dahulu digunakan lebih dahulu.
Cara sederhana ini membantu mencegah sayuran terlupakan sampai akhirnya busuk.
Cuci dan Tangani dengan Benar
Kementerian Kesehatan menyarankan sayur dan buah dicuci menggunakan air bersih yang mengalir untuk membersihkan tanah dan kotoran sebelum dikonsumsi. Namun, sayuran yang sudah dicuci perlu diperhatikan kondisi kelembapannya sebelum disimpan.
Jangan menggunakan sabun atau deterjen untuk mencuci sayuran dan buah karena dapat meninggalkan residu bahan kimia.
Pada akhirnya, umur simpan sayuran tidak sama. USDA mencatat buah dan sayuran memiliki masa penyimpanan yang sangat beragam, mulai beberapa hari hingga beberapa pekan.
Kuncinya bukan sekadar memasukkan sayuran ke kulkas, melainkan menyesuaikan penyimpanan dengan jenis dan kondisi sayuran.(bs)
Tulis Komentar