08117992581

Bupati Ela Siapkan Subsidi KWH untuk Percepat Program Listrik Masuk Sawah di Lampung Timur

$rows[judul] Keterangan Gambar : Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, meninjau langsung realisasi Program Listrik Masuk Sawah di Desa Bumi Harja, Kecamatan Batanghari, Rabu (5/8/2026). foto/kominfo

LAMPUNG TIMUR, A1BOS.COM – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menyiapkan subsidi biaya pemasangan KWH listrik bagi petani di Desa Bumi Harja, Kecamatan Batanghari, untuk mempercepat pelaksanaan Program Listrik Masuk Sawah. Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah meninjau langsung pelaksanaan program tersebut, Rabu (5/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana sekaligus menyerap aspirasi petani terkait kebutuhan dan pengembangan sektor pertanian.

Menurut Ela, Program Listrik Masuk Sawah menjadi upaya pemerintah daerah mengatasi persoalan kekurangan air yang selama ini dihadapi petani, terutama saat musim kemarau. Jaringan listrik dimanfaatkan untuk mengoperasikan sumur bor sebagai sumber irigasi.

“Program ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Dengan adanya listrik di area persawahan, kebutuhan air dapat dipenuhi melalui pemanfaatan sumur bor sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujar Ela.

Ia mengatakan subsidi pemasangan KWH diharapkan mempercepat pemanfaatan jaringan listrik di lahan pertanian sehingga manfaatnya segera dirasakan petani.

Ela menilai keberadaan listrik di kawasan persawahan tidak hanya membantu penyediaan air, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan nasional. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, lanjutnya, akan terus melakukan rekayasa dan pengembangan jaringan irigasi agar sistem pengairan semakin optimal.

“Dengan adanya listrik, persoalan air bisa teratasi dan masyarakat merasa terbantu. Saya juga meminta Camat Batanghari dan Kepala Desa Bumi Harja untuk mengawal pendataan para petani yang akan mendaftar pemasangan KWH listrik agar program ini berjalan tepat sasaran,” tegasnya.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Hermansyah yang hadir dalam kegiatan itu menyebut Program Listrik Masuk Sawah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Sementara itu, PJLTT Provinsi Lampung sekaligus Plt Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Tien Latifah mengatakan tantangan sektor pertanian pada 2026 adalah mempertahankan swasembada pangan di tengah musim kemarau berkepanjangan.

“Solusinya adalah melalui Program Listrik Masuk Sawah. Dengan adanya jaringan listrik, sumur bor dapat beroperasi maksimal untuk mengaliri lahan pertanian sehingga petani tetap dapat melakukan penanaman sesuai target. Selain itu, bantuan pembangunan irigasi juga akan terus kami dorong untuk direalisasikan,” jelasnya.

Hermansyah menambahkan dukungan berbagai pihak, termasuk PLN, diperlukan agar kebutuhan listrik di kawasan pertanian terpenuhi. Menurutnya, akses listrik yang memadai akan meningkatkan indeks pertanaman, memperpanjang masa tanam, serta meningkatkan pendapatan petani.

“Kami juga berharap tarif listrik untuk petani dapat lebih terjangkau. Semua pihak harus berkolaborasi agar kesejahteraan petani semakin meningkat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan di kawasan pertanian. Menurutnya, keberadaan tiang listrik di area persawahan tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan, melainkan investasi yang meningkatkan nilai ekonomi lahan sekaligus mendukung produktivitas pertanian.

“Listrik masuk sawah akan meningkatkan nilai ekonomi lahan. Namun yang paling penting, sawah yang telah dibantu pemerintah harus tetap dipertahankan sebagai lahan pertanian produktif dan jangan sampai beralih fungsi menjadi kawasan perumahan,” pungkasnya.(bs)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)