Kota Metro, A1BOS.COM - Selain program pengembangan kopi PAS, las listrik, tapis dan furniture, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro kini sedang mengembangkan program di sektor pertanian, hal ini bertujuan guna mengedukasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar lebih berkompeten dibidang pertanian dan pengefektifan lahan beranggang sebagai lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Kota Metro, Jum'at (26/01/2024).
Mewakili Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kota Metro, Muchamad Mulyana, M.M., Kasi Kegiatan Kerja, Silahuddin menyampaikan, Lapas Kelas IIA Kota Metro berinovasi untuk membuat pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah cucian beras.

"Pupuk ini kami ambil dari pengolahan limbah cucian beras, sedangkan inovasi ini dapat digunakan saat terjadi kelangkaan pupuk dan menekan biaya produksi pertanian," ujar Silahuddin.
Ia menuturkan, limbah cucian beras di Lapas Metro melimpah.
"Kami dari tim kegiatan kerja yang terdiri dari Kasi Kegiatan Kerja, Silahuddin, Kasubsi Pembinaan dan Hasil Kerja, Antony Horison berupaya untuk mengembangkan pupuk organik cair ini layak untuk digunakan," jelasnya.

Hal yang sama dikatakan Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengolahan Hasil Kerja Lapas Metro, Antony Horison, keberhasilan menggunakan pupuk organik cair dari pengolahan limbah cucian beras lebih efisien.
"Dengan menggunakan pupuk organik cair ini lebih murah, tanamannya juga tumbuh subur, dan kualitasnya sama dengan pupuk-pupuk dari pabrik," terangnya.
Antony juga menjelaskan, jenis-jenis tanaman yang ada di Lapas Metro terdiri dari sawi, pokcay, kangkung, gambas (oyong), terong, dan kacang tanah.
"Saya berpesan kepada jajaran Lapas kedepan bisa menggunakan pupuk organik cair melihat tumbuhan menjadi lebih subur dan lebih hemat biaya produksi pertaniannya," pungkasnya. (Aliando)
Tulis Komentar