Kota Metro, A1BOS.COM – Awal tahun 2026 akan dibuka dengan
suasana yang berbeda di Kota Metro. Bukan sekedar hiruk-pikuk perayaan
seremonial, melainkan perhelatan kuliner berskala besar yang memadukan rasa,
kreativitas, hiburan, dan ruang temu masyarakat.
Pemerintah Kota Metro memastikan Festival Bogasari akan
digelar pada 10-11 Januari 2026 di Samber Park, Metro Pusat dengan konsep terbuka
dan mudah diakses seluruh lapisan warga.
Wakil Walikota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana menegaskan
festival ini dirancang sederhana namun berdampak.
Sederhana dalam konsep agar mudah dipahami masyarakat,
tetapi kuat dalam isi agar meninggalkan kesan.
Lapangan Samber dipilih karena posisinya yang strategis, dekat
dengan pusat kota, dan selama ini menjadi ruang publik favorit warga untuk
berkumpul.
“Ini acara untuk masyarakat. Tidak ribet, tidak eksklusif. Datang
menikmati, lalu pulang dengan pengalaman yang menyenangkan,” kata Rafieq kepada
awak media, Sabtu (27/12/2026).
Ia menekankan kepastian jadwal sebagai bagian dari
pelayanan informasi publik. Festival Bogasari akan berlangsung selama dua hari.
Pada Sabtu (10/01/2026), kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB
hingga 22.00 WIB.
Sementara pada Minggu (11/01/2026), acara digelar sejak
pagi, pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB.
“Satu hal yang ditegaskan sejak awal, seluruh rangkaian
acara dapat diikuti tanpa dipungut biaya. Masuk gratis. Ini penting supaya
semua warga merasa diundang, bukan hanya melihat dari jauh,” ujar Rafieq.
Daya tarik utama festival ini terletak pada sajian kuliner.
Panitia menyiapkan sekitar 100 jenis makanan, dengan fokus pada aneka olahan
berbasis terigu.
Ragam makanan tersebut tidak hanya ditujukan untuk
memanjakan lidah pengunjung, tetapi juga menjadi etalase kreativitas pelaku
usaha kuliner, khususnya UMKM lokal.
“Ini festival kuliner dan kreativitas olahan berbasis
terigu. Datang saja, lihat, cicip, dan rasakan. Festival ini sekaligus menjadi
ruang promosi dan pembelajaran bagi pelaku usaha makanan, terutama yang
bergerak di sector olahan tepung,” bebernya.
Untuk menjaga ritme acara tetap hidup, rangkaian kegiatan
disusun berlapis.
Pengunjung akan disuguhi parade makanan, baking demo yang
memperlihatkan proses pembuatan secara langsung, hingga aktivitas interaktif
seperti zumba dan permainan berhadiah.
“Konsep ini dirancang agar setiap kelompok usia menemukan
ruangnya masing-masing. Kami ingin acaranya hidup. Ada yang datang untuk
olahraga pagi, ada yang fokus kuliner, ada yang menunggu hiburan panggung. Semua
dapat tempat,” jelas Rafieq.
Dirinya juga menyebutkan bahwa panitia telah menyiapkan
doorprize dengan total nilai puluhan juta rupiah.
Bagi Rafieq, doorprize bukan sekedar pemanis, melainkan
cara menciptakan suasana festival yang hangat dan meriah.
Selain itu, kehadiran Wika Salim sebagai bintang tamu
disebut menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan music
secara langsung.
“Doorprize bikin orang betah, hiburan bikin orang datang
tepat waktu. Tapi yang utama tetap kebersamaan dan kulinernya,” ujarnya.
Lebih jauh, Rafieq menekankan bahwa festival ini tidak
berdiri semata sebagai ajang hiburan.
Dampak ekonomi menjadi salah satu tujuan utama. Keterlibatan
pelaku kuliner lokal dalam skala besar diharapkan mampu menggerakkan roda
ekonomi dan memberi kesempatan UMKM untuk naik kelas.
“Kita ingin bukan hanya ramai pengunjung, tapi juga pelaku
kuliner lokal ikut bergerak dan merasakan manfaatnya,” terang Rafieq.
Ia juga menyoroti sisi edukasi dari kegiatan baking demo. Menurutnya,
pendekatan praktik langsung jauh lebih efektif dibandingkan metode belajar yang
kaku.
Melalui demo tersebut, pengunjung dapat memperoleh
pengetahuan yang aplikatif tanpa merasa digurui.
“Harapannya, orang pulang bukan hanya kenyang, tapi juga
membawa ilmu yang bisa dipakai, terutama bagi ibu-ibu, pelaku usaha rumahan,
dan anak muda yang mulai merintis usaha,” ujarnya.
“Kalau mencari acara awal tahun lengkap, ini jawabannya. Mari
kita ramaikan, jaga ketertiban, dan buat Kota metro terasa hidup,” pungkasnya.
(Taklika)
Tulis Komentar