08117992581

Volume Sampah Capai 800 Ton per Hari, Pemkot Akan Olah Sampah Jadi Energi Listrik

$rows[judul]

Bandar Lampung, A1BOS.COM - Volume sampah di Kota Bandar Lampung bisa mencapai 800 ton per hari. Maka dari itu Pemerintah Kota Bandar Lampung mengambil langkah strategi dengan merencanakan pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (Psel) Lampung Raya. Proyek tersebut rencananya akan berlokasi di kawasan Kota Baru.

Berdasarkan data dari Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Bakung sampah yang diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung setiap harinya berkisar antara 700 hingga hampir 800 ton. Kondisi tersebut dinilai sebagai tantangan serius bagi kota yang tengah berambisi bertransformasi menjadi kota metropolitan yang bersih dan berkelanjutan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Budi Ardianto mengatakan bahwa saat ini pemerintah kota masih berada pada tahap perencanaan awal program terakit Psel.

“Dalam satu hari, sampah yang masuk ke TPA Bakung berkisar antara 700 hingga hampir 800 ton. Dengan adanya Psel ini, sampah tidak hanya menumpuk, tetapi bisa diolah menjadi energi listrik,” ujar Budi, Jumat (23/01/2026).

Menurut Budi, proyek Psel Lampung Raya merupakan program strategis nasional yang diharapkan mampu menjawab masalah sampah perkotaan sekaligus mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan. Ia berharap, pengolahan sampah menjadi listrik dapat membawa dampak positif bagi wajah Kota Bandar Lampung ke depan.

“Semoga dengan adanya pengolahan menjadi energi sampah ini, Bandar Lampung menjadi lebih maju dan benar-benar menjadi kota metropolitan yang bersih,” katanya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil rapat pemantapan Psel Lampung Raya yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung lokasi pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah tersebut telah ditetapkan berada di kawasan Kota Baru. Selain itu proyek Psel Lampung Raya juga telah masuk dalam agenda nasional dan direncanakan mengikuti proses tender pada batch kedua bersama dengan Psel Surabaya Raya.

“Psel Lampung Raya ini masuk tender batch dua bersama Surabaya Raya. Rencananya tender akan dimulai pertengahan tahun 2026,” ujarnya.

Adapun tahapan pembangunan fisik Pemerintah Kota Bandar Lampung yang ditargetkan pelaksanaannya pada tahun 2027 setelah seluruh proses perencanaan dan tender rampung pada tahun 2026. Di sisi lain, upaya menjadikan Kota Bandar Lampung sebagai kota metropolitan dinilai semakin jelas dengan hadirnya proyek Psel tersebut.

Pemerintah pun berharap dukungan penuh dari masyarakat agar program dapat berjalan optimal. Pihaknya menyebut Pembangunan akan dilakukan pada tahun 2027. Tahun 2026 ini masih dalam tahap perencanaan.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung, agar Bandar Lampung semakin maju ke depan,” ujarnya.

Dengan terealisasinya Proyek Psel Lampung Raya Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis permasalahan sampah dapat teratasi secara berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah berupa energi listrik bagi kawasan perkotaan.

(Taklika)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)