08117992581

Tingkatkan Mutu Tendik, SLB Insan Madani Gelar Bimtek PPI

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Guna menyusun Perangkat Pembelajaran Individu (PPI) ramah anak dan penguatan implementasi P5 bagi pendidik, Sekolah Luar Biasa (SLB) Insan Madani Metro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di aula sekolah setempat, Kamis (11/07/2024).

Giat tersebut dihadiri Kepala Sekolah SLB Insan Madani, Pujianto, S.Pd, Ketua Yayasan SLB Insan Madani, Agung Kusuma Wijaya, S.Pt., M.P, Kepala Cabang Dinas Wilayah 5, Indarti, S.Sos.

Dikatakan Ketua Yayasan Sekolah Luar Biasa (SLB) Insan Madani Kota Metro, Agung Kusuma Wijaya, S.Pt., M.P., giat tersebut sebagai persiapan guna menyongsong tahun ajaran baru kepada guru-guru untuk mempersiapkan proses pembelajaran.


"Kegiatan ini juga bisa meningkatkan kemampuan guru-guru dalam hal penyusunan perangkat-perangkat pembelajaran yang harus disiapkan sebelum mereka itu melakukan aktivitasnya sebagai seorang pendidik," ujarnya.

Ia menuturkan, giat tersebut diikuti oleh semua guru yang berada di Yayasan Pendidikan SLB Insan Madani Metro.

"Bimtek-bimtek ini ada salah satu upaya untuk lebih meningkatkan tenaga kependidikan dan psikolog agar tidak berhenti karena kemajuan, ilmu pendidikan sekarang itu sangat penuh semangat karena banyak media pembelajaran yang bisa kita terapkan," tuturnya. 

Pihaknya berpesan kepada guru-guru SLB Insan Madani agar semangat dalam mengikuti Bimtek.

"Harapannya bisa memberikan perubahan terhadap ilmu-ilmu yang ada dengan metodenya masing-masing dengan kaidah-kaidah pendidikan, karena Sekolah Ramah Anak (SRA) itu yang bisa membuat kita itu harus bersikap ramah enggak hanya terhadap diri sendiri tapi juga terhadap lingkungan," imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah 5, Indarti, S.Sos., hal tersebut merupakan kegiatan positif, agar guru dalam sistem pembelajarannya memiliki dasar-dasar.

"Nantikan ini menjadi tuntunan awal ya nanti kalau sudah praktiknya ada sedikit penambahan-penambahan pengembangan itu wajar karena itu disesuaikan dengan kondisi yang berbeda-beda," paparnya.


Indarti berpesan kepada guru-guru SLB Insan Madani Metro, agar semangat dan saling mendukung dalam proses pembelajaran.

"Harus tulus mengajar karena mengajar anak kita sendiri di rumah aja sulit apalagi ngajar anak orang. Kemudian anak yang biasa saja lumayan berat apalagi anak yang berkebutuhan khusus," terangnya.

"Jadi harus punya semangat rasa keikhlasan dan nambah terus pengetahuan-pengetahuan terkait dengan zaman sekarang apalagi dikaitkan dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut," sambungnya.

Hal senada juga dikatakan Instruktur Pendidikan Inklusi Kota Metro, Supriyono yang menjadi narasumber kegiatan tersebut, sebelum memasuki sekolah guru-guru wajib menyusun Perangkat Pembelajaran Individu (PPI).

"Pertama harus menguasai alurnya, jadi kalau mau membuat PPI itu proses yang harus melakukan identifikasi, selesai identifikasi harus melakukan assesment setelah itu munculah profil ini diambil dari data identifikasi dan assesment, nah dari profil inilah nantinya dibuat paning matrix, nah paning matrix ini nanti hasil analisisnya barulah dijadikan bahan untuk menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI)," katanya.


Pihaknya menjelaskan, bahwa Sekolah Inklusi yang terdapat siswa berkebutuhan khusus wajib memiliki guru yang mampu menyusun Perangkat Pembelajaran Individual (PPI).

"Karena dengan PPI inilah nanti ketercapaian pembelajarannya itu sangat baik, kemudian perkembangan anak akan terpantau terus progresnya baik dari sisi pengembangan diri atau dari pengembangan akademiknya," tambahnya.

"Saya berharap guru-guru di SLB Insan Madani lebih semangat mengembangkan ilmunya, kemudian semangat mendampingi anak-anak spesial dan intinya alumni dari SLB Insan Madani Metro ini mampu hidup secara mandiri," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)