08117992581

TDA Sinjai Dorong UMKM Bangun Sistem Bisnis agar Tak Bergantung pada Pemilik

$rows[judul] Keterangan Gambar : foto/tda

SINJAI, A1BOS.COM - Pelaku UMKM perlu membangun sistem kerja agar operasional bisnis tidak terus bergantung pada pemilik. Hal itu menjadi pembahasan utama Sharing Session TDA Sinjai di Macca Tech, Sinjai Utara, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan bertema “Operasional dan Sistem Bisnis (SOP & Sistem)” tersebut menghadirkan Adryan Yudhistira, Founder Yotta Indonesia sekaligus Sekretaris Wilayah TDA Sulsel 1. Sharing session dimulai sekitar pukul 14.30 WITA dan berlangsung hampir dua jam.

Adryan membahas cara membangun sistem yang membuat pekerjaan lebih mudah dipahami dan dijalankan tim. Salah satu prinsip yang ditekankannya, sistem tidak semestinya hanya bisa dijalankan orang yang sudah sangat memahami bisnis.

“Prinsip dasar membuat sistem, bahwa sistem harus bisa dijalankan oleh orang-orang dengan level keahlian serendah mungkin.”

Menurut materi yang disampaikan, perhatian pelaku usaha juga perlu diarahkan pada proses, bukan semata-mata hasil. Proses disebut sebagai “jantungnya bisnis” karena pencapaian hasil berkaitan dengan konsistensi pekerjaan.

Pembahasan kemudian mencakup empat fundamental perusahaan, yakni high standard, management control, management skills (people), dan organisasi. Keempatnya menjadi bagian dari pembahasan mengenai bisnis yang ingin berkembang, selain aspek penjualan.

Pelaku usaha perlu memiliki standar kerja yang jelas, kemampuan melakukan kontrol manajemen, kemampuan mengelola orang, serta organisasi yang menopang operasional bisnis.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami tahapan membangun sistem. Prosesnya meliputi pemetaan tanggung jawab dan proses bisnis, memecah proses menjadi tahapan kerja, menetapkan standar, menyusun management system dan prosedur, melakukan perbaikan berkelanjutan, mengembangkan tim, hingga audit kepatuhan.

Penerapan sistem dapat dimulai dari aktivitas sehari-hari. Pemilik usaha bisa mengidentifikasi pekerjaan utama, menentukan penanggung jawab, menetapkan standar kerja, lalu mendokumentasikan cara kerja agar dapat dipahami dan dijalankan anggota tim.

Kebutuhan tersebut semakin terasa ketika usaha bertumbuh. Bertambahnya pelanggan, transaksi, produk, dan anggota tim dapat meningkatkan beban pemilik jika seluruh aktivitas masih terpusat pada satu orang.

Dengan pembagian kerja dan sistem yang lebih jelas, ketergantungan operasional terhadap pemilik dapat dikurangi secara bertahap. Pemilik kemudian dapat mengarahkan waktu dan perhatian pada pengembangan bisnis, pengambilan keputusan, serta penciptaan peluang pertumbuhan.

Pembelajaran sistem bisnis tersebut sejalan dengan arah Entrepreneur Development TDA 9.0. Program itu menempatkan pengembangan kapasitas bisnis, pertumbuhan usaha, penguatan tim, dan keberlanjutan perusahaan sebagai bagian dari perjalanan pengembangan entrepreneur.

Sharing Session TDA Sinjai menjadi ruang belajar yang membahas persoalan praktis dalam pengelolaan usaha. Sistem tidak hanya berupa dokumen SOP, tetapi juga cara memastikan pekerjaan dilakukan secara konsisten, tanggung jawab dapat dibagi, dan bisnis memiliki standar serta proses kerja yang dapat dijalankan tim.

Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) berdiri sejak 2006 dengan visi menjadi komunitas pengusaha yang memberikan kontribusi positif bagi peradaban.

TDA memiliki lebih dari 62.000 anggota yang tersebar di 119 daerah dan 29 wilayah, serta memiliki perwakilan di lima negara. TDA menjalankan program edukasi, mentoring, workshop, pengembangan komunitas, business matching, kolaborasi ekosistem, dan kegiatan sosial untuk memperkuat kepemimpinan, kapabilitas, serta jejaring entrepreneur Indonesia.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)