Keterangan Gambar : Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) membuka akses pasar bagi lebih dari 62.000 pelaku usaha. foto/tda 9.0
Jakarta, A1BOS.COM - Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) membuka akses pasar bagi lebih dari 62.000 pelaku usaha di 119 daerah melalui kolaborasi dengan Global Sources Indonesia (GSI) 2026.
Kolaborasi itu diarahkan untuk mempertemukan pengusaha dengan pemasok dan pembeli potensial. TDA juga mendorong koneksi bisnis yang terbentuk agar berlanjut menjadi transaksi dan kemitraan.
Fokus tersebut dibahas dalam sesi TDA bertajuk “Collaborate to Scale: Mengubah Koneksi dan Kemitraan Menjadi Peluang Pasar serta Pertumbuhan Bisnis” di JICC Senayan, Jakarta, Jumat (18/9).
Chief Ecosystem Development TDA 9.0 Ichlasul Amal Rangga Winata mengatakan kerja sama dengan GSI bukan sekadar keikutsertaan dalam pameran. TDA ingin membuka jalur yang lebih luas bagi anggotanya untuk menjangkau pemasok dan pembeli.
“Kerja sama dengan Global Sources kami rancang sebagai pembuka akses pasar, bukan sekadar keikutsertaan dalam satu pameran. Tugas TDA adalah memastikan anggota kami — lebih dari 62.000 pelaku usaha di 119 daerah — punya jalan masuk ke jejaring pemasok dan pembeli yang sebelumnya sulit mereka jangkau sendiri,” ujar Ichlasul.
Menurut dia, forum seperti GSI dapat memperpendek jarak antara pelaku usaha dan calon mitra bisnis. Namun, keberhasilan kolaborasi tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang hadir.
“Ukuran keberhasilannya bagi kami bukan jumlah yang hadir, melainkan berapa pertemuan yang berlanjut menjadi transaksi dan kemitraan,” katanya.
Karena itu, TDA menempatkan tindak lanjut setelah pameran sebagai bagian dari pengembangan peluang bisnis. Kebutuhan pengusaha dipertemukan dengan mitra yang sesuai, lalu komunikasi dijaga agar koneksi tersebut dapat berkembang menjadi kegiatan usaha.
GSI 2026 berlangsung pada 17–19 September di JICC Senayan, Jakarta. Pameran tersebut mempertemukan pembeli dari Indonesia dan kawasan ASEAN dengan pemasok internasional melalui berbagai kategori produk, seperti elektronik, peralatan rumah tangga, hadiah, dan perlengkapan rumah.
Pertemuan langsung dalam pameran memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenali produk, membandingkan sumber pasokan, serta menjajaki peluang kerja sama dengan mitra bisnis.
Director Corporate & Investor Relations TDA 9.0 Firdaus Usman mengatakan nilai pameran bagi pengusaha terletak pada kemampuan mengubah pertemuan menjadi hubungan bisnis yang dapat ditindaklanjuti.
“Pameran seperti ini bernilai ketika pengusaha pulang bukan hanya dengan kartu nama, tetapi dengan calon mitra yang bisa ditindaklanjuti. TDA ingin membantu anggotanya menemukan pemasok dan jejaring bisnis yang relevan, lalu mengubah pertemuan itu menjadi peluang pasar,” ujar Firdaus.
Dalam kolaborasi tersebut, TDA menjadi mitra pendukung PT Adhouse Clarion Events selaku penyelenggara GSI. TDA mengajak pengurus dan anggota terlibat sebagai calon pembeli bisnis, menghadirkan narasumber, serta mengisi sesi konferensi.
Kerja sama itu juga mencakup akses ke program VIP Buyer melalui proses seleksi. Skema tersebut menghubungkan partisipasi dalam sesi konferensi dengan kesempatan membangun relasi bisnis secara langsung di area pameran.
Sesi “Collaborate to Scale” menghadirkan Yeti Riyadi, anggota Majelis Wali Amanat TDA dan founder Perempuan Digdaya, serta Erry P. Ismali, CEO dan founder ASIA Coach Indonesia. Diskusi dipandu Komala Dewi AD, Bendahara Umum TDA Depok sekaligus founder INNER Salon Muslimah.
Dari sisi penyelenggara, Azizah, Conference & Partnership Executive GSI, menyampaikan apresiasi atas dukungan TDA dalam pelaksanaan GSI 2026.
“Terima kasih atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin. Semoga di tahun depan kita berkolaborasi dan meraih kesuksesan yang lebih besar lagi bersama,” ujarnya.
Bagi TDA, hubungan setelah pameran menjadi bagian penting agar peluang yang muncul tidak berhenti sebagai koneksi. Upaya tersebut sejalan dengan arah TDA 9.0 untuk memperluas dampak wirausaha terhadap ekonomi nasional melalui penguatan bisnis dan kemitraan usaha.
Tulis Komentar