Lampung Timur, A1BOS.COM - Guna mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan kebijakan baru 2024, dua pengawas SMK Provinsi Lampung Agus Rianto dan Slamet Iskandar memberikan Bimbingan Teknik di aula SMK Wahid Hasyim Ma'arif NU 05 Pekalongan, Sabtu (27/07/2024).
Giat tersebut diikuti Kepala Sekolah serta Dewan Guru SMK Wahid Hasyim dan SMK Nurul Huda.
Dikatakan pengawas SMK Provinsi Lampung Agus Rianto, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada tahun Pelajaran (TP) 2024-2025 tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) terdapat 9 hal yang diterbitkan.
"Pertama tentang panduan pembelajaran dan asesmen, kedua pengembangan tentang bakat dan minat melalui konsentrasi keahlian, ketiga panduan pelaksanaan PKL sebagai mata pelajaran, keempat panduan penyusunan kurikulum satuan pendidikan dan seterusnya, sehingga panduan ini termasuk Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbud Ristek) nomer 12 tahun 2024, nah ini harus diterapkan di tahun ajaran ini oleh karena itu guru harus diberi pemahaman lebih mendalam," ujarnya.
Ia menuturkan, bahwa dalam penerapan kurikulum merdeka tersebut harus memanfaatkan teknologi informasi selama proses pembelajaran.
"Bahwa pada anggapan satuan pendidikan bahwa penggunaan android itu justru menyimpangkan siswa dari tujuan pembelajaran," tuturnya.
"Ini yang sering terjadi Miss komunikasi pada satuan pendidikan antara para guru, bahwa memang fenomena pembelajaran ini sesuai kegiatan pembelajaran," imbuhnya.
Menurutnya, segala macam kegiatan pembelajaran antara siswa dengan siswa, siswa dengan media belajar, dan siswa dengan sumber belajar itu harus terjadi.
"Yang konsekuensinya itu terlihat kelasnya menjadi gaduh, padahal itu menjadi salah satu bentuk-bentuk belajar yang mengadopsi konsep deferensiasi pembelajaran," katanya.
Agus menyampaikan, bahwa penerapan kurikulum merdeka akan mengacu pada filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara.
"Anak didik itu harus dibiarkan tumbuh sesuai dengan fitrahnya, yang sejalan dengan konsep ini didukung dengan pemahaman teori belajar konstrutipisme," ungkapnya.
"Artinya bahwa kemandirian siswa itu menjadi salah satu pilar utama agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik," lanjutnya.
Dirinya menjelaskan, perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka adalah, para guru harus bisa mewujudkan potensi bakat minat gaya belajar melalui deferensiasi proses pembelajaran.
"Bukan hanya pembelajaran saja, ternyata ketika mengukur atau mengakses ketercapaian juga bisa digunakan metode-metode yang deferensiasi, sehingga anak akan diukur kemampuan belajarnya melalui cara-cara yang berbeda, sehingga betul-betul mengakomodasi perbedaan gaya belajar atau potensi anak," terangnya.
Hal senada juga disampaikan pengawas SMK Provinsi Lampung, Slamet Iskandar, giat tersebut merupakan peningkatan kompetensi merdeka belajar.
"Saya berharap guru bisa mengimplementasikan kurikulum merdeka yang ada di standar kompetensi dasar, standar isi, dan standar penilaian," paparnya.
Pihaknya memaparkan, bahwa tiap-tiap SMK agar mempersiapkan peserta didiknya untuk masuk ke dunia industri guna menggali siswa agar mempunyai skill.
"Untuk pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) poin yang pertama guru harus bisa merubah pola pikir, yang kedua harus adanya kolaborasi antara satuan pendidikan ini dengan industri terkait dengan kurikulum, jadi memang harus disamakan antara pihak sekolah dengan industri untuk mempersiapkan langkah kerja kelas menengah khususnya di SMK," pungkasnya. (Aliando)
Tulis Komentar