08117992581

Perang Sarung Timbulkan Korban, Lurah Karang Rejo Perketat Kamtibmas Gandeng Trantibum Pol PP

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Antisipasi tawuran antar kelompok, Paguyuban Kelurahan Karang Rejo menggelar pengamanan di setiap jalan menuju lapangan 23A Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Kamis (14/03/2024).

Lurah Karang Rejo, Erwin Syarief, S.E. mengatakan, anak-anak berdatangan menuju lapangan 23A Karang Rejo setelah shalat subuh.

"Bukan hanya warga Karang Rejo saja yang dateng ke lapangan itu, tapi juga dari 30A, Pekalongan, 37, 36, 21, dan 22 itu titik kumpulnya di sini," ujarnya.

Menurutnya, perkumpulan anak-anak tersebut juga disertai dengan perang petasan dan perang sarung.


"Sarungnya bukan sarung kosong soalnya ada batu sama Gir kemarin itu. Subuh kemarin itu anak-anak 30A bentrok sama anak mana gitu, khawatirnya hari ini tadi berkelanjutan balas dendam, tapi cuaca tadi pagi agak gerimis dan agak berkurang," tutur Lurah Karang Rejo, Erwin Syarief.

Ia menuturkan, guna mengantisipasi terulang kembali bentrok antar anak-anak tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Tim Penertiban Umum (Tibum) Pol PP. Dan hasilnya pun lebih kondusif, lebih terkendali dibanding kemarin," terangnya.

Erwin menyampaikan, anak-anak yang berdatangan menuju lapangan 23A Karang Rejo berjumlah ratusan.

"Tapi kalau tadi yang berhasil diamankan tidak sampai seratusan orang," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pencegahan kumpulan anak-anak tersebut, dengan melibatkan Paguyuban Kelurahan Karang Rejo.

"Ada Paguyuban Pamong RW juga kita libatkan untuk membantu membackup linmas, tidak hanya mengandalkan linmas. Kalau hanya linmasnya saja personil hanya 10 orang," terangnya.

Erwin memaparkan, dalam memberikan pengamanan dirinya berharap pada kepolisian untuk lebih optimal.

"Walaupun di sini deket Polseknya, tapikan jumlah personilnya terbatas, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ya masyarakat setempat, itulah yang harusnya terlibat enggak bisa ngandalin yang lain, dimulai dari swadaya mandiri dari linmasnya, paguyuban warga, pamong harus terlibat semua," katanya.

Lurah Karang Rejo menjelaskan, guna mencegah masuknya anak-anak yang terlibat aksi perang, dirinya telah mengupayakan penyekatan.

"Kepada setiap orang yang ingin melintas dari arah 21, 22 yang melewati taman semilir jika tujuannya tidak jelas kita suruh putar balik, dan di titik arah gereja pun seperti itu, anak yang dari arah Pekalongan atau dari 37 kalau enggak ada kepentingan kita suruh putar balik, begitu juga dari arah 30A warung macan juga diarahkan sama," ungkapnya.

"Tadi lebih terkendali enggak sampe ada kerumunan masa lebih besar, bahkan tadi ada petasan yang tidak begitu banyak tetap dilakukan penyitaan oleh Pol PP," sambungnya.

Erwin memaparkan, perang sarung dan petasan yang dilakukan anak-anak tersebut telah menimbulkan korban.

"Kemarin sampe ada yang berdarah-darah karena perang sarung itu anak 30A, yang jadi korban pemukulan anak-anak 21. Khawatirnya anak-anak dari 30A yang enggak terima balas dendam ke sini, maka tadi kita mengerahkan ketertiban umum dari Pol PP walaupun kita juga sudah melibatkan linmas, pamong setempat dan warga sekitar," jelasnya.

Dirinya menambahkan, bahwa ia telah mendapat dukungan dari Kasat Pol PP Kota Metro untuk mengerahkan anggota linmas binaannya untuk aktif piket setiap pagi.

"Terutama yang rawan disaat libur sekolah Sabtu Minggu, hari ini juga masih libur sekolah besok sudah aktivitas sekolah mungkin agak berkurang, yang rawankan di hari-hari libur sama menjelang lebaran," imbuhnya.

Ironisnya perang sarung dan petasan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun disaat hari libur sekolah.

"Dua tahun disaat saya di Banjarsari juga infonya sini juga menjadi pusat titik kumpul dan titik keributan, saya seringnya juga kalau tiba-tiba subuh di bunderan 29 itu juga sering rawan perang petasan. Ketika di sana dijaga larinya kesini jadi harusnya di sini dijaga disanapun dijaga. Saya enggak tau sekarang di 29 juga dijaga juga oleh pamong dan FKPM sana atau enggak, tapi yang jelas terjadi penumpukan massa itu di sini," pungkas Lurah Karang Rejo. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)