08117992581

Pengendalian Inflasi Daerah, Kota Metro Diminta Segera Kumpulkan Tanaman Herbal Unggulan

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Melalui Video Conference (Vicon) Asisten II Pemerintah Kota Metro, Yeri Ekhwan turut menghadiri rapat pengendalian inflasi yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (05/08/2024).

Dikatakan Asisten II Pemerintah Kota Metro, Yeri Ekhwan, sesi awal pada rapat tersebut adalah pembagian insentif fiskal bagi daerah-daerah yang berhasil mengendalikan inflasi.

"Penilainya dari Kementrian Keuangan, jadi tadi Menteri Dalam Negeri hanya menyalurkan hasil penilaian di keuangan," ujarnya.

Ia menuturkan, bahwa inflasi dari tahun ke tahun pada bulan Juli 2024 sebanyak 2,13%. 

"Dan bulanannya yang man to man nya devasi 0,18 kalau kita bandingkan dengan Kota Metro pada posisi dan bulan yang sama kita di bawah nasional, jadi kita pada bulan yang sama Juli dari tahun ke tahunnya 1,99% kemudian yang man to man nya inflasi minus 0,12%," tuturnya.

Yeri menyampaikan, pada bulan Juli 2024 Kota Metro berada pada urutan terendah kedua di Provinsi Lampung setelah Kabupaten Mesuji.

"Kabupaten Mesuji tahun ke tahun 1 dari tahun ke tahunnya 1,73% sementara provinsi kita 2,55% di bulan Juli, terkait dengan hal itu beberapa hal yang kita dapatkan datanya dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah inflasi kita di bulan Juli itu pertama adalah komoditas beras kemudian harga cabe rawit yang baik dibandingkan bulan sebelumnya," ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan, kenaikan harga beras dan cabe rawit dikarenakan belum masuknya musim panen.

"Tetapi kita juga terbantu oleh penurunan harga bawang merah dan cabe merah dibulan Juli, sehingga itu yang memunculkan angka deflasi beberapa komoditas utama itu bawang merah, cabe merah, jeruk, harga ikan tongkol dia turun dibandingkan bulan Juni," katanya.

Yeri memaparkan, setelah pihaknya melakukan analisis turun ke pasar, harga cabe merah yang dibulan sebelumnya turun kini naik.

"Kalau kemarin itukan di pasar harga cabe sudah 40an ribu kan dari cabe merah maupun cabe rawit, jadi terkait dengan itu ini nanti OPD terkait mohon kerjasama dan dukungannya untuk mengatasi kenaikan harga-harga," terangnya.

Asisten II Pemerintah Kota Metro menambahkan, bahwa Pemerintah Indonesia mendirikan lembaga guna penelitian dan pengembangan  tanaman herbal.

"Yang berpusat di Sumatera Utara sehingga seluruh daerah kabupaten kota se-Indonesia diminta untuk menyampaikan tanaman herbal unggulan dari daerahnya masing-masing, termasuk di Kota Metro kita diminta untuk menyampaikan hal itu yang memenuhi standar yang sudah disusun oleh Kementerian Manivest, sehingga kita dalam waktu paling lama minggu keempat Agustus diminta supaya tanaman herbal unggulan dari Kota Metro segera kita kumpulkan," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)