08117992581

Pemkot Bandar Lampung Masih Jajaki Investor Proyek Kereta Gantung

$rows[judul]

Bandar Lampung, A1BOS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung tengah mematangkan rencana megaproyek pembangunan kereta gantung yang digadang-gadang sebagai destinasi wisata spektakuler pertama di Indonesia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, memastikan bahwa penjajakan dengan investor asing masih terus dilakukan intensif sepanjang bulan ini.

“Masih dalam tahap penjajakan. Tunggu saja,” kata Iwan, Jumat (13/06/2025).

Rencana ambisius ini disebut-sebut akan menelan investasi hingga Rp2,5 triliun. Adapun skema kerja sama dengan pembagian 50:50 antara Pemkot dan pihak investor.

Kereta gantung ini direncanakan membentang dari kawasan rumah dinas Wali Kota Bandar Lampung di Garuntang menuju pulau di sekitar Teluk Lampung, dengan panjang lintasan mencapai 3,5 hingga 4 kilometer.

Menariknya, proyek ini dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, menegaskan bahwa seluruh biaya akan ditanggung pihak investor.

“Lagi kita persiapkan. Saat ini masih dalam proses lobi dengan investor. Jadi anggarannya bukan dari APBD,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, inisiatif pembangunan datang dari Pemkot sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor pariwisata dan penataan kota. Namun, eksekusi proyek akan sepenuhnya dipegang oleh investor, bukan Dinas PU.

“Kami hanya mendukung dari sisi teknis dan koordinasi antarinstansi. Pelaksanaan langsung ditangani pihak mereka,” jelasnya.

Soal angka pasti investasi, Dedi mengakui masih dalam kalkulasi. “Estimasi awal bisa ratusan miliar. Kompensasi juga sedang dibahas,” ujarnya.

Meski begitu, Dedi tak menampik bahwa proyek kereta gantung bukanlah prioritas mendesak bagi Pemkot. Namun ia menilai proyek ini akan memberikan nilai tambah estetika kota dan membuka peluang ekonomi baru.

“Memang bukan kebutuhan utama. Tapi ini demi mempercantik kota dan mendongkrak sektor wisata,” tegas Dedi. (JJ)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)