Pesawaran, A1BOS.COM - Pelaku pembobol Anjungan Tunai
Mandiri (ATM) di minimarket Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung diduga lebih
dari satu. Dugaan jumlah pelaku tersebut sebagaimana yang diungkap Kapolres
Pesawaran AKBP Alvie Granito Pandhita. Kawanan pelaku menggunakan alat las yang
dipakai untuk melancarkan aksinya.
Tidak cuma itu, ada juga tabung gas, dan tabung oksigen.
Seluruh alat tersebut ditinggalkan pelaku di tempat kejadian perkara (TKP). Kini
petugas polisi Polres Pesawaran tengah memburu pelaku pembobolan ATM di
minimarket di Dusun Sukamarga, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Adapun insiden ATM dibobol tersebut terjadi pada Kamis (15/01/2026)
sekitar pukul 03.00 WIB. ATM adalah mesin perbankan elektronik yang digunakan
nasabah untuk melakukan transaksi keuangan secara mandiri tanpa harus ke teller
bank, seperti tarik tunai, setor tunai, cek saldo, transfer, dan pembayaran
lainnya. Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Pandhita mengatakan kasus
pembobolan ATM tersebut kini sedang dalam penyelidikan.
"Kasus pembobolan ATM, kerugian diperkirakan mencapai
Rp240 juta," kata AKBP Alvie Granito Pandhita, Jumat (16/01/2026).
AKBP Alvie Granito Pandhita membeberkan kronologi
singkatnya. Ia menduga pelaku pembobolan ATM tersebut lebih dari satu orang. Menurut
Alvie kawanan pembobol ATM tersebut diduga masuk ke dalam minimarket dengan
menjebol atap. Kemudian pelaku membobol ATM menggunakan alat las yang dibawa
masuk ke dalam minimarket. Alvie memastikan jajaran telah melakukan olah TKP.
"Kami sudah mendatangi lokasi lalu mengecek CCTV,
tanya para saksi dan mencari bukti di TKP," ucap Alvie.
Alvie juga mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah barang
bukti di antaranya tabung gas, tabung oksigen dan juga alat las, yang diduga digunakan
pelaku melancarkan aksinya.
"Alat-alat itu yang (diduga) digunakan pelaku, ditinggalkan di dalam minimarket," tutur Alvie.
(Taklika)
Tulis Komentar