08117992581

Maraknya Wabah DBD, Dinkes Metro Ajak Masyarakat Terapkan 3M+

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Maraknya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melanda di Kota Metro, warga berharap dinas terkait segera cepat tanggap menanganinya.

Pasalnya wabah tersebut telah banyak memakan korban, seperti dikatakan salah satu warga Kelurahan Banjarsari berinisial D, terdapat beberapa warga Kelurahan Banjarsari yang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), akan tetapi belum mendapat perhatian dari Dinas terkait.

"Kami mengharapkan ada tindakan cepat serta sosialisasi dari dinas terkait tentang pencegahan atas maraknya penyakit DBD di lingkungan kami, seperti pencegahan atau fogging," ujarnya kepada awak media, Rabu (24/04/2024).

Dirinya juga menyampaikan, terdapat 4 warga yang terserang penyakit DBD di lingkungan sekitar rumahnya.

"Saya berharap agar pemerintah lebih proaktif terhadap masyarakatnya, minimal ada sosialisasi kepada warga harus seperti apa tentang pencegahannya, kalau untuk tindakan pencegahan ya minimal seperti fogging dan sebagainya, saya yakin dinas terkait lebih paham," katanya.

Sementara itu Wakil Direktur RSUD Jend A. Yani, Hasril Syahdu memaparkan, bahwa pasien DBD yang ada di RSUD Jend A. Yani jumlahnya sedikit.

"Yang dari Metro sendiri itu jumlahnya cuma 5 orang terus yang dari luar Kota Metro itu jumlahnya 8, ini laporan terakhir dari bidang teknis medis dan keperawatan itu tanggal 26 April 2024 dengan laporan yang masuk ke saya jadi semuanya itu jumlahnya 13 orang," tuturnya, Jumat (03/05/2024).

Ia menuturkan, terkait wabah DBD yang ada di Kota Metro. RSUD Jend A. Yani adalah rumah sakit rujukan regional 2.

"Mungkin masuk ke rumah sakit yang tipe C. Jadi ketika bisa ditangani di rumah sakit tipe C dia tidak dirujuk ke rumah sakit tipe B dan yang masuk ke rumah sakit tipe B ini memang sakitnya yang tidak bisa diselenggarakan di rumah sakit tipe C," ungkapnya.

"Kemarin kita juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait ini, yang dikhawatirkan adanya KLB atau pandemi, dari Dinas Kesehatan pun menggalakan timnya ke masyarakat untuk menggerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," terangnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Metro, Verawati Nasution menjelaskan, dengan maraknya kasus DBD yang ada di Kota Metro pihak puskesmas telah turun.

"Dengan melibatkan lintas sektor di sekitar wilayah puskesmas setempat untuk sosialisasi terkait dengan pencegahan DBD. Jadi kalau belum ada sosialisasi ke warga menurut saya itu ngawur karena puskesmas kita itu ada dokumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan untuk hal ini," jelasnya, Jumat (03/05/2024).

Pihaknya juga menyampaikan, setiap hari Jum'at Dinas Kesehatan selalu turun ke seluruh wilayah yang ada di Kota Metro sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan.

"Jadi foging itu bukan mengatasi masalah DBD yang mengatasi masalah DBD itu adalah pencegahan, fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa dan juga asap fogging itu berdampak bagi manusia sekitarnya," paparnya. 

"Jadi itu bukanlah menjadi solusi untuk pemberantasan DBD yang menjadi solusi ya tetep 3M+ yaitu, menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus DBD pada manusia," imbuhnya.

Verawati menambahkan, jika terdapat kasus positif DBD di rumah sakit, maka dapat dilakukan fogging pada lingkungan sekitarnya.

"Tapi dengan catatan, fogging itu kalau memang di situ sudah ada ditemukan kasus positif yang dibuktikan dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dari dinas dan dari wilayah kalau sudah PE dilaksanakan, baru kita laksanakan fogging," imbuhnya.

"Saya berpesan untuk warga Kota Metro itu dimusim hujan yang cukup tinggi dan dari awal Januari itu sudah penelitian kasus sampai April, untuk bulan April sudah ditemukan 81 kasus, untuk total 237, jadi kalau tahun kemarin kan 122 terus 123 dan ini udah di 200 itukan sudah kenaikan 100% dan itu sudah mengarah ke KLB. Jadi saran yang harus dilaksanakan oleh masyarakat Kota Metro tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan 3M+ tadi, apabila ada yang demam lebih dari 3 hari segera langsung cek ke puskesmas atau ke rumah sakit," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)