Kota Metro, A1BOS.COM - Upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah terus digencarkan. Mahasiswa KKN dan PLP Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung menggelar kegiatan bertajuk BERSINAR (Berdaya, Edukatif, Ramah Anak, Inklusif, dan Anti Bullying Berbasis Literasi Numerasi) di UPTD SD Negeri 5 Metro Pusat, Senin (09/02/2026).
Mengusung tema “Terang Bersama Lentera: Sekolah Cerdas tanpa Kekerasan”, kegiatan ini memadukan sosialisasi anti bullying dengan penyerahan Taman LENTERA (Literasi Numerasi Taman Sekolah Ramah Anak) sebagai sarana pendukung pembelajaran yang inklusif dan menyenangkan.

Koordinator KKN-PLP, Auren Wang, mengatakan kegiatan BERSINAR bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik dan orang tua terkait bahaya bullying, bentuk-bentuknya, serta cara menyikapinya secara tepat.
“Kami ingin menumbuhkan sikap saling menghargai antar peserta didik, sekaligus memperkuat peran orang tua dan sekolah dalam membimbing perilaku anak. Harapannya, lingkungan sekolah menjadi aman dan bebas dari perundungan,” ujar Auren, Kamis (12/02/2026).
Selain sosialisasi, mahasiswa juga menyerahkan Taman LENTERA secara simbolis melalui Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN dan PLP, Prof. Dr. Dra. Sowiyah, M.Pd., kepada Kepala UPTD SD Negeri 5 Metro Pusat, Atang Sujana, S.Pd.SD. Taman tersebut dirancang sebagai ruang literasi dan numerasi berbasis interaktif guna mendorong minat baca dan kemampuan berhitung peserta didik sejak dini.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Sinta Hilalia, S.Sos., M.M. selaku perwakilan Dinas P3AP2KB, serta Prof. Sowiyah. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh peserta didik, wali murid, dewan guru, dan mahasiswa FKIP Unila.
Auren menambahkan, respons peserta didik dan orang tua sangat positif. Anak-anak terlihat antusias mengikuti sosialisasi maupun saat dikenalkan dengan Taman LENTERA. Sementara itu, wali murid aktif berdiskusi dan menunjukkan kepedulian terhadap isu pencegahan bullying.
“Interaksi yang terbangun mencerminkan adanya kesadaran bersama bahwa pencegahan bullying membutuhkan kolaborasi sekolah dan keluarga,” jelasnya.

Kepala UPTD SD Negeri 5 Metro Pusat, Atang Sujana, menilai kegiatan BERSINAR mampu menjawab persoalan yang kerap dihadapi di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, dengan narasumber yang kompeten, anak-anak dan orang tua jadi paham tentang bahaya bullying serta jenis-jenisnya. Edukasi seperti ini sangat penting,” kata Atang.
Ia berharap, pasca kegiatan tersebut, tidak ada lagi praktik perundungan di lingkungan sekolah.
“Semoga ke depan tidak ada bullying di sekolah kami. Anak-anak bisa rukun dan saling menghargai satu sama lain,” pungkasnya.
Melalui kegiatan BERSINAR, mahasiswa KKN dan PLP FKIP Unila berharap semangat menciptakan sekolah ramah anak, aman, dan inklusif dapat terus berlanjut, sekaligus memperkuat literasi dan numerasi sebagai fondasi pendidikan karakter sejak usia dini. (Red)
Tulis Komentar