08117992581

Kapolda Lampung Imbau Warga Laporkan Premanisme dan Intimidasi

$rows[judul]

Lampung, A1BOS.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi premanisme, baik yang dilakukan individu maupun kelompok masyarakat tertentu.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika mengatakan, imbauan ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan iklim perekonomian yang kondusif di wilayah hukum Polda Lampung.

“Bila menemukan adanya indikasi aksi premanisme individu maupun kelompok masyarakat tertentu di wilayah masing-masing, kami mengimbau masyarakat agar jangan takut untuk melapor, karena kepolisian siap melindungi dan mematuhi setiap aduan dengan tegas, serta sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Helmy, Selasa (29/04/2025).

Helmy menyebut bermaksud terus meningkatkan kegiatan patroli rutin. Sasaran patroli meliputi berbagai bentuk aksi premanisme, seperti pemerasan, pungutan pembohong (pungli), dan intimidasi. Selain patroli, Polda Lampung juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar memahami hak-haknya serta tidak ragu untuk melapor jika mengalami tindakan yang merugikan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar menolak segala bentuk premanisme di Lampung,” tegasnya. Untuk mendukung upaya ini, sejumlah satu wilayah juga mengintensifkan pelatihan kepada Bhabinkamtibmas guna meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan tugas di masing-masing wilayah.

Pelaku Ditangkap di Soreang Helmy menuturkan, aksi-aksi premanisme bisa berdampak negatif terhadap masyarakat maupun sektor ekonomi daerah, karena menimbulkan rasa takut di ruang publik dan lingkungan kerja. Ia menambahkan, gangguan seperti pemerasan dan pungli bisa menghambat aktivitas bisnis dan merusak citra daerah di mata wisatawan maupun investor.

“Saya telah memerintahkan personel untuk anggota habis aksi pungutan pembohong, termasuk tetap menjaga serta menjalin komunikasi dengan sambang ke tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk mensosialisasikan dampak premanisme ini, sehingga dapat bersama-sama memelihara keamanan dan menjaga masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung pelayanan di lapangan, kepolisian juga telah menempatkan sarana kontak (Sarkon) sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas. Baca juga: PDI-P Bakal Advokasi Kasus Gamma, Korban Penembakan Polisi di Semarang Helmy menambahkan, jajaran Polda Lampung bersama tim Opsnal Jatanras dan Polres telah mengamankan puluhan pelaku pungli yang beroperasi di beberapa titik sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Polda mengimbau masyarakat, khususnya para sopir, agar segera melapor ke kantor polisi terdekat jika kembali menemukan praktik pungutan pembohong di jalan. (JJ)


Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)