08117992581

Cegah Aksi Perundungan, PPA Polres Metro Gelar Sosialisasi di SMP N 6 Metro

$rows[judul]

Kota Metro, A1BOS.COM - Guna menjadikan pelajar yang disiplin dan berprestasi, Kepala Sekolah SMPN 6 Metro mengapresiasi kinerja Unit PPA Polres Metro dalam sosialisasi mencegah aksi perundungan terhadap pelajar, kegiatan berlangsunh di aula sekolah setempat, Jum'at (30/08/2024).

Dikatakan Kepala Sekolah SMPN 6 Metro, Aida Bustami, pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut guna memberikan pembelajaran terhadap anak didiknya sebagai pelopor dan pelapor.

"Tindakan apa kalau mereka melihat ada kekerasan di sekitarnya atau mereka mengalami sendiri, langkah-langkah apa yang harus mereka lakukan dan bisa menghindari kekerasan itu mereka sudah tau," ujarnya.


Ia menuturkan, bahwa pelajar yang hadir pada giat serupa dapat menyalurkan ilmu yang telah mereka dapatkan dari para narasumber.

"Jadi mereka bisa menularkan ilmunya kepada teman-teman yang belum mengikuti sosialisasi ini," tuturnya.

"Saya berpesan kepada siswa-siswi SMPN 6 Metro agar dapat menghindari sekaligus mengajak teman-temannya untuk menghindari kekerasan-kekerasan, tidak ada lagi pembullyan sesama pelajar," imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan, Konselor UPTD PPA Kota Metro, Rahmi Elpindo, S.Psi., bahwa UPTD PPA adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak yang ditujukan untuk mendampingi korban dan saksi perempuan dan anak-anak.

"Kenapa perempuan dan anak-anak itu dilindungi, karena memang biasanya kalau anak-anak itu masih takut masih malu-malu ya jadi sering diperlakukan tidak baik oleh orang lain, begitu juga dengan perempuan atau ibu-ibu itu kan biasanya tenaganya kurang kuat jadi mungkin banyak menjadi korban pelecehan atau KDRT," katanya.


Rahmi mengatakan, kekerasan lain yang sering terjadi di lingkungan sekolah atau di lingkungan rumah adalah kekerasan seksual.

"Kekerasan seksual ini tidak hanya terjadi pada perempuan tapi bisa terjadi pada laki-laki, kekerasan seksual itu apa sih, kalau ada yang memegang bagian tubuh kita diraba, dipegang itu termasuk kekerasan seksual dan pelakunya itu bisa dari orang yang tidak dikenal misalkan adik-adik kenalan sama temen baru di media sosial terus janjian nanti dikasih minum-minuman keras akhirnya dilecehkan," ungkapnya.

Sementara itu tampak hadir pengurus Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro, Ahmad Bahtiar dalam giat menuturkan, bahwa Lembaga Perlindungan Anak Indonesian (LPAI) yang dilahirkan pada tahun 1997  yang bersifat LSM dan pendirinya adalah Kak Seto Mulyadi.

"Keberadaan kami berfungsi sebagai lembaga pengamat dan pengaduan apabila terdapat permasalahan pada anak, ya kita sifatnya mendampingi pelaku dan korban. Jadi kalau mungkin kalian sebagai pelaku kami tetap mendampingi, apalagi jika kalian menjadi korbannya," jelasnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa pelajar di Kota Metro harus dapat menghindari beberapa tindakan negatif seperti bullying, berkelahi, pelecehan dan tawuran.

"Nongkrong-nongkrong yang enggak jelas, minum-minuman, berbohong itu bukan ciri khas sebagai pelajar, kalau pelajar itu ya harus bisa menerapkan pendidikan positifnya di kehidupan sehari-hari, apalagi adik-adik ini kan anak-anak Pramuka harus bisa menerapkan 10 Dasa Dharma Pramuka. Jika sudah bisa menerapkan ini saya yakin kalian pasti bisa memiliki akhlak yang mulia," pungkasnya. (Aliando)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)