Lampung Selatan, A1BOS.COM - Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni dan ChildfFund Indonesia bersama Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) melakukan silaturahmi dengan Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto. Pertemuan itu berlangsung di ruang bupati setempat, Kamis (25/03/2021).
Dalam
Pertemuan tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten
Lampung Selatan, Thamrin dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Yani Thamrin
serta beberapa Kepala OPD tekait.
Pada silaturahmi
tersebut, Winarni memaparkan beberapa program serta pencapaian yang sudah
diraih oleh Kabupaten Lampung Selatan dengan program swasembada gizi yang
gencar dilakukan dalam penuntasan stunting di wilayahnya.
Winarni
menjelaskan, tugas dan fungsi dari duta swasembada gizi diantaranya untuk
menciptakan generasi unggul di tahun 2030.
“Sebagai
contoh, dalam perilaku gizi yang baik, kampanye dan advokasi swasembada gizi
disemua kalangan, mengadvokasi program ke pemerintah pusat, provinsi, kabupaten
dan desa,” tutur Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan ini.
Selain itu,
kata Winarni tugas dan fungsi Duta Swasembada Gizi selanjutnya yaitu sebagai
juru bicara program swasembada gizi dan penggerak program swasembada gizi. Dimana
program swasembada gizi ini sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat
yaitu pencegahan dan penurunan stunting yang memiliki angka target nasional
harus di bawah 14 persen.
“Alhamdulillah
untuk Lampung Selatan sudah dibawah 5 persen untuk capaian pencegahan dan
penurunan stunting,” ungkapnya.
Dalam
paparannya, Winarni juga menyampaikan bahwa perlu dilakukan kolaborasi dan
sinergi antar pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk penuntasan
stunting di Lampung Selatan untuk mencapai zero stunting permanen.
“Mungkin dengan mengganti bantuan yang biasanya diberi dalam bentuk habis pakai dengan bibit tanaman atau hewan ternak. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Sementara
itu, perwakilan ChildFund Indonesia, Candra Dethan menjelaskan, yayasan
tersebut sudah ada di Indonesia sejak tahun 1973.
Yayasan itu memiliki
perjanjian kerja internasional dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia
dengan masa perjanjian 3 tahun dan setiap perpanjangan perjanjian perlu
dilakukan evaluasi.
“Untuk di
Lampung ChildFund sudah ada sekitar 10 tahun. Dan saat ini kami ada di 8 provinsi
dengan 32 kabupaten/kota di Indonesia,” ujarnya.
Dia
menambahkan, tujuan dari ChilFund sendiri adalah bagaimana anak-anak yang
kurang beruntung dapat terpenuhi hak-haknya dengan berkolaborasi dengan dinas
terkait.
“ChildFund
tidak mengambil alih peran pemerintah daerah namun bersinergi dengan yang sudah
dilakukan pemerintah atau stakeholder terkait,” katanya.
Sementara
itu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyambut baik silahturahmi
tersebut.
Nanang
menyampaikan, pihaknya akan menindaklanjuti program swasembada gizi dengan
gotong royong serta kebersamaan seluruh jajaran bersama duta swasembada gizi.
“Nanti
bersama Pak Sekda akan dibentuk tim khusus beberapa dinas terkait untuk
membantu penuntasan stunting di Lampung Selatan. Untuk personil yang sudah
ditugaskan dari OPD untuk tidak ubah-ubah disetiap penugasannya,” imbuh Nanang.
Pada
kesempatan itu, Nanang menegaskan, bahwa tidak ada hebatnya pemerintah daerah
dengan berbagai pembangunan infrastruktur apabila pelayanan kesehatan yang
tidak baik, serta pendidikan yang tidak baik.
“Maka dari itu mudah-mudahan dengan program kebersamaan dan gotong royong ini, stunting di Lampung Selatan dapat terus menurun hingga di angka zero stunting,” pungkasnya. (Rilis lampungselatankab.go.id)
Tulis Komentar