08117992581

Begini Kronologi Penemuan Mayat Pendaki Gunung Pesagi Lampung Barat

$rows[judul]

Lampung Barat, A1BOS.COM - Seorang pendaki ditemukan meninggal dunia di kawasan Puncak Gunung Pesagi, Pekon Bahway, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, pada Kamis (15/05/2025). 

Penemuan ini berawal dari laporan tiga remaja pendaki yang menjadi saksi utama kejadian tersebut.


Menurut keterangan dari ketiga saksi, yakni Hilmi Maulana (15), Selo Iswanto (15), dan Ridho Kurniawan (15), mereka pertama kali bertemu korban pada Rabu, 14 Mei 2025, saat berada di jalur pendakian Gunung Pesagi. 

Saat itu, korban masih dalam keadaan hidup dan tidak menunjukkan tanda-tanda membahayakan.

Namun pada Kamis, 15 Mei 2025, sekitar siang hari, ketiga pendaki tersebut kembali naik ke area puncak dan menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa di sekitar lokasi mereka sebelumnya bertemu.

Mereka segera turun dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Pekon Bahway serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat sekitar pukul 13.30 WIB.

"Kami menerima laporan dari tiga pendaki remaja yang menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Mereka sebelumnya sempat bertemu dengan korban dalam kondisi baik sehari sebelum ditemukan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat, Padang Priyo Utomo.

Setelah laporan diterima, BPBD langsung berkoordinasi dengan aparat desa, TNI, Polri, dan relawan setempat. 

Tim gabungan bergerak cepat dan memulai proses evakuasi pada pukul 16.30 WIB. Pada pukul 18.02 WIB, korban berhasil ditemukan, dan proses evakuasi dilakukan hingga korban tiba di gerbang rimba Gunung Pesagi pada pukul 20.10 WIB.

Jenazah kemudian diserahkan ke Puskesmas Balik Bukit dan selanjutnya dibawa ke RSUD Alimuddin Umar untuk keperluan autopsi dan identifikasi lebih lanjut.

Padang Priyo Utomo mengapresiasi kerja sama tim yang terlibat dan mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan saat melakukan pendakian.

"Kami imbau kepada seluruh pendaki agar selalu mengikuti prosedur keamanan, membawa perlengkapan yang memadai, serta melakukan pendakian secara terdata agar memudahkan pemantauan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang. (JJ)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)