Keterangan Gambar : Story of Kunning Palace (2023). foto/imdb
Kota Metro, A1BOS.COM - Drama China tidak pernah kehabisan cara untuk membuat urusan cinta menjadi panjang. Dua orang bisa saling suka, tetapi kemudian muncul masa lalu, keluarga, kekuasaan, bahkan takdir yang ikut menentukan arah hubungan mereka.
Karena itu, menonton drama China kadang bukan soal menunggu kapan tokoh utamanya jadian, melainkan mengikuti bagaimana mereka bisa sampai ke titik tersebut.
Akhir pekan bisa menjadi waktu yang pas untuk mencoba cerita seperti itu. Dari drama kerajaan sampai fantasi, ada beberapa judul produksi 2023 hingga 2026 yang menempatkan kisah cinta di tengah persoalan yang lebih besar. Berikut lima di antaranya.
Bai Lu memerankan Jiang Xuening, perempuan yang pada kehidupan sebelumnya berusaha mendapatkan posisi dan kekuasaan di istana. Namun, jalan yang dipilihnya berakhir tragis. Ketika kesempatan untuk menjalani hidup kedua datang, Jiang Xuening memilih berhati-hati dan berusaha tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Rencana itu mulai berantakan ketika ia kembali bertemu Xie Wei, yang diperankan Zhang Linghe. Xie Wei bukan orang asing dalam kehidupan sebelumnya. Kehadirannya membuat Jiang Xuening kembali berhadapan dengan berbagai persoalan yang sebenarnya ingin ia tinggalkan.
Di sinilah cerita Story of Kunning Palace menjadi menarik. Hubungan mereka tidak langsung bergerak menjadi kisah romantis yang sederhana. Ada kepentingan, rahasia, dan persoalan masa lalu yang membuat setiap kedekatan terasa punya konsekuensi.
Drama yang tayang pada 2023 ini cocok untuk penonton yang suka cerita kerajaan dengan romansa yang berjalan beriringan dengan intrik.
Li Susu datang ke masa lalu bukan untuk mencari pasangan. Ia punya tugas yang jauh lebih berat, yakni menghentikan Tantai Jin sebelum pria tersebut berubah menjadi sosok yang membawa kehancuran. Masalahnya, orang yang harus ia hentikan itu justru perlahan menjadi seseorang yang sulit ia abaikan.
Bai Lu berperan sebagai Li Susu, sedangkan Tantai Jin dimainkan Luo Yunxi. Keduanya berada dalam hubungan yang sejak awal sudah tidak sederhana. Ada misi yang harus diselesaikan, tetapi perasaan juga mulai tumbuh di tengah perjalanan.
Till the End of the Moon memadukan romansa dengan fantasi dan persoalan takdir. Ceritanya cukup melelahkan kalau hanya ingin mencari tontonan romantis yang ringan, tetapi justru cocok bagi penonton yang senang hubungan antarkarakter dengan banyak persoalan di belakangnya.
Kalau seseorang sudah kehilangan semuanya karena pengkhianatan, urusan cinta mungkin bukan lagi prioritas pertama. Itulah yang terjadi pada Xue Fangfei dalam The Double. Setelah kehidupannya hancur, ia menggunakan identitas baru dan kembali ke lingkungan yang pernah membuat hidupnya berantakan.
Wu Jinyan memerankan Xue Fangfei, sementara Wang Xingyue memainkan Xiao Heng. Keduanya kemudian terlibat dalam cerita yang dipenuhi strategi, rahasia, dan usaha membongkar berbagai persoalan masa lalu.
Romansa dalam drama 2024 ini tidak mengambil seluruh panggung. Ada permainan kekuasaan dan rencana balas dendam yang membuat hubungan para karakternya ikut berubah. Karena itu, penonton bisa saja lebih dulu penasaran dengan rencana Xue Fangfei daripada urusan siapa akhirnya jatuh cinta kepada siapa.
Itu justru menjadi daya tariknya. Ada kisah cinta, tetapi penonton tidak dipaksa hanya memikirkan kisah cinta.
Ling Miaomiao mendapati dirinya masuk ke dunia sebuah cerita. Bukan sekadar menjadi penonton, ia malah harus menjalani berbagai misi untuk bisa keluar dari dunia tersebut. Situasinya sudah cukup merepotkan sebelum kemudian muncul Mu Sheng.
Yu Shuxin memerankan Ling Miaomiao, sedangkan Ding Yuxi menjadi Mu Sheng. Pertemuan mereka membawa cerita ke arah yang lebih ramai karena dunia yang ditempati keduanya dipenuhi makhluk fantasi, pertarungan, dan berbagai persoalan yang harus diselesaikan.
Drama 2024 ini punya suasana yang lebih ringan dibanding The Double atau Story of Kunning Palace. Komedinya cukup terasa, tetapi hubungan Ling Miaomiao dan Mu Sheng tetap menjadi bagian penting dari perjalanan cerita.
Yang menarik, penonton juga diajak melihat bagaimana perasaan bisa muncul ketika seseorang sebenarnya hanya ingin menyelesaikan misi dan pulang ke dunia asalnya. Niat awal dan hasil akhirnya bisa saja berbeda.
Drama China 2026 ini mengambil jalur yang sedikit berbeda karena tidak hanya membawa romansa. Love Between Lines memasukkan unsur misteri dan permainan murder mystery ke dalam ceritanya, dengan salah satu bagian cerita berlatar era Republik China.
Hubungan para karakter berkembang bersama teka-teki yang harus diikuti penonton. Ada dua narasi yang saling berkaitan sehingga ceritanya tidak hanya mengandalkan adegan romantis untuk membuat penonton bertahan sampai episode berikutnya.
Buat yang sudah terlalu sering menonton drama dengan pola pasangan utama bertemu, salah paham, kemudian berdamai, konsep seperti ini bisa memberikan suasana berbeda. Di sini, ada misteri yang ikut harus dipecahkan sebelum seluruh hubungan dan cerita menjadi lebih jelas.
Lima drama tersebut sama-sama punya romansa, tetapi tidak ada yang menempatkan cinta sebagai satu-satunya persoalan. Story of Kunning Palace membawa hubungan dua tokohnya ke dalam persoalan kekuasaan dan masa lalu. Till the End of the Moon mempertemukan cinta dengan takdir dan misi yang berat.
The Double lebih sibuk dengan pengkhianatan dan balas dendam, sementara Love Game in Eastern Fantasy memilih jalur fantasi yang lebih ringan. Sedangkan Love Between Lines mencoba menggabungkan hubungan antarkarakter dengan misteri.
Jadi, kalau akhir pekan ini ingin menonton drama China, tidak harus selalu mencari cerita yang manis dari awal sampai akhir. Kadang justru lebih asyik ketika hubungan para tokohnya dibuat sedikit berantakan. Toh, dalam urusan cinta, jalan yang terlalu lurus biasanya malah cepat selesai.
Tulis Komentar