08117992581

Festival Budaya Sekappung Limo Migo II Jadi Momentum Merawat Warisan Leluhur

$rows[judul]

Lampung Timur, A1BOS.COM - Festival Budaya Sekappung Limo Migo II kembali digelar sebagai momentum memperkuat pelestarian budaya adat Lampung sekaligus mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Mengusung tema "Integritas Budaya Adat Lampung Sekappung Limo Migo: Kepribadian Nasional Berakar pada Kearifan Lokal", festival ini menjadi ruang temu antara para pengembang adat, pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, hingga masyarakat umum dalam semangat menjaga kelestarian budaya Lampung.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (28/06/2026) tersebut tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi dan adat istiadat Lampung, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam merawat warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Festival Budaya Sekappung Limo Migo II terselenggara berkat semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat. Dukungan datang dari Bandar Marga Sekappung Limo Migo, Keratuan Darah Putih, para penyimbang adat, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, 23 kepala desa di Kecamatan Sekampung Udik dan Kecamatan Marga Sekampung, para donatur, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.


Ketua Pelaksana Festival Budaya Sekappung Limo Migo II, Ibrahim Restusaka Gelar Pengeran Ngukup, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga festival dapat berlangsung dengan baik.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival merupakan hasil kebersamaan seluruh komponen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan adat dan budaya Lampung.

"Festival ini bukan hanya sebuah perayaan budaya, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi sekarang maupun yang akan datang," ujar Ibrahim.

Ia berharap Festival Budaya Sekappung Limo Migo II mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan adat istiadat Lampung sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Menurut Ibrahim, budaya tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu, melainkan harus terus hadir dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan semua generasi.

"Budaya bukan sekadar untuk dikenang, tetapi untuk dijaga, dipelajari, dan diwariskan. Ketika adat tetap hidup di tengah masyarakat, maka jati diri daerah akan tetap kokoh menghadapi perubahan zaman," katanya.

Festival ini juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi antara lembaga adat, pemerintah, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi fondasi penting agar nilai-nilai budaya Lampung tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Festival Budaya Sekappung Limo Migo II diharapkan mampu menjadi agenda budaya yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan adat Lampung kepada masyarakat luas, tetapi juga memperkuat karakter bangsa yang berakar pada kearifan lokal serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah di kalangan generasi muda. (Abu Umar)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)