Keterangan Gambar : foto/tda 9.0
Jakarta, A1BOS.COM - TDA 9.0 membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri keuangan dan teknologi syariah melalui kehadiran dalam AFSI Impact Connect 2026, Senin (21/9).
Forum yang digelar Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) itu berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB di Kantor Pusat Allianz Syariah, Podium Lantai 5, World Trade Centre (WTC) 3, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.
TDA diwakili Director Corporate & Investor Relations TDA 9.0 Firdaus Usman dan Komala Dewi AD dari tim Direktorat Corporate & Investor Relations TDA 9.0.
Mengusung tema “Connecting Voices, Creating Value: Moving from Halal to Hasan, Uniting the Ecosystem, and Scaling Our Impact”, AFSI Impact Connect 2026 dihadiri lebih dari 100 perwakilan regulator, lembaga keuangan, industri fintech syariah, startup halal, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Agenda tersebut mencakup pelantikan Badan Pengurus Harian AFSI periode 2026–2029, talkshow, showcase inovasi, serta networking ekosistem ekonomi digital syariah. Kepengurusan baru AFSI dipimpin Muhamad Ismail sebagai ketua umum.
Bagi TDA, forum itu menjadi ruang untuk memperluas jejaring strategis sekaligus menjajaki kolaborasi antara jaringan pengusaha TDA dengan industri keuangan dan teknologi syariah.
Firdaus mengatakan, perkembangan industri keuangan syariah perlu semakin terhubung dengan kebutuhan nyata pengusaha. Kebutuhan itu mencakup pengelolaan arus kas, akses pembiayaan, perlindungan risiko, investasi, digitalisasi, hingga ekspansi usaha.
“Bagi TDA, literasi keuangan syariah tidak boleh berhenti pada pemahaman konsep. Para pengusaha perlu dapat melihat, mengakses, dan merasakan manfaatnya secara langsung dalam pengelolaan serta pertumbuhan bisnis. AFSI Impact Connect mempertemukan para inovator dengan komunitas pengguna, dan TDA dapat mengambil peran sebagai jembatan agar berbagai solusi yang tersedia semakin relevan serta mudah digunakan oleh pelaku usaha,” ujar Firdaus.
Peluang pengembangan keuangan syariah di Indonesia tercermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025. Indeks literasi keuangan syariah tercatat 43,42 persen, sedangkan indeks inklusinya 13,41 persen.
Pengembangan produk keuangan syariah karena itu disebut perlu berjalan bersama edukasi yang mudah dipahami, peningkatan kepercayaan masyarakat, perluasan akses, serta solusi yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Gagasan bergerak dari “halal” menuju “hasan” menempatkan keuangan syariah tidak hanya pada pemenuhan prinsip dan ketentuan syariah. Produk dan layanan juga diarahkan pada kebaikan, kemudahan, relevansi, inklusivitas, serta dampak nyata bagi masyarakat dan sektor usaha.
Menurut Firdaus, komunitas pengusaha seperti TDA dapat berperan sebagai kanal edukasi, penghubung kebutuhan pasar, ruang pengujian produk, dan mitra aktivasi bagi lembaga keuangan serta perusahaan teknologi.
“TDA memiliki jaringan pengusaha dari berbagai sektor dan daerah. Kekuatan jaringan ini dapat dikolaborasikan dengan inovasi yang dimiliki anggota dan mitra AFSI. Namun, kolaborasi tersebut harus diarahkan pada program yang konkret, mudah dieksekusi, dan memberikan manfaat terukur bagi pertumbuhan usaha anggota,” jelas Firdaus.
Sejumlah peluang kerja sama yang dapat dijajaki meliputi program literasi dan financial health bagi pengusaha, pengenalan serta onboarding produk keuangan syariah, business matching, perluasan akses pembiayaan, perlindungan usaha, pemanfaatan teknologi finansial, serta aktivasi bersama bagi anggota TDA di wilayah dan daerah.
Dalam sesi showcase, 20 startup anggota AFSI menampilkan inovasi digital. Teknologi yang diperkenalkan antara lain tokenisasi real-world assets, social finance, kecerdasan buatan, layanan perbankan syariah, dan blockchain.
Ragam inovasi tersebut mencakup kebutuhan transaksi, pembiayaan, pengelolaan aset, penghimpunan dana sosial, perlindungan risiko, efisiensi operasional, serta perluasan akses pasar.
Selanjutnya, Direktorat Corporate & Investor Relations TDA 9.0 akan memetakan peluang kerja sama yang relevan untuk ditindaklanjuti. Pemetaan mempertimbangkan kebutuhan anggota, kesiapan mitra, kemudahan implementasi, dan potensi dampak yang dapat dihasilkan.
TDA melalui Direktorat Corporate & Investor Relations TDA 9.0 membangun hubungan strategis dengan korporasi, lembaga keuangan, investor, pemerintah, asosiasi, dan berbagai mitra ekosistem untuk menciptakan peluang serta manfaat bagi anggota.
TDA merupakan komunitas pengusaha yang mendorong anggotanya bertumbuh melalui pembelajaran, pendampingan, kolaborasi, dan perluasan jejaring bisnis.
Sementara itu, AFSI merupakan wadah kolaborasi pelaku industri fintech syariah dan pemangku kepentingan terkait. AFSI mendorong inovasi, literasi, penguatan tata kelola, serta pengembangan ekosistem keuangan digital syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Tulis Komentar