Kota Metro, A1BOS.COM - Dinas
Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro mencatat 55 kejadian kebakaran
sepanjang Januari – November 2025. Seluruh kasus tersebut berhasil ditangani
petugas dengan cepat dan terkendali.
Kepala
Bidang Pemadam Kebakaran Kota Metro, Marwan Hakim, mengatakan kebakaran paling
banyak terjadi pada Triwulan III dengan 23 kasus. Sementara itu, pada Triwulan
I tercatat 9 kasus, Triwulan II 16 kasus, dan Triwulan IV sebanyak 7 kasus.
Selain itu, terdapat satu kejadian kebakaran di luar wilayah Kota Metro.
Marwan
Hakim menegaskan prinsip kerja Damkar Metro yang berpegang pada semboyan
“Pantang Pulang Sebelum Padam.”
“Setiap
laporan kebakaran pasti kami tangani hingga benar-benar padam dan kondisi
aman,” ucap Marwan Hakim melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa, (23/12/2025).
Ia
mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya
yang disebabkan instalasi listrik tidak sesuai standar, penggunaan kabel
sembarangan, serta kelalaian meninggalkan kompor dan peralatan listrik dalam
kondisi menyala.
“Gunakan
instalasi listrik sesuai standar dan pastikan peralatan listrik dalam kondisi
aman sebelum ditinggalkan. Pencegahan adalah kunci utama,” ujarnya.
Selain melakukan penanganan kebakaran, Damkar Metro juga aktif dalam upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi Program KOMPAK kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi kebakaran dan meminimalkan kerugian, baik material maupun korban jiwa.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami akan terus
hadir dengan prinsip pantang pulang sebelum padam,” tegasnya.
Program KOMPAK melibatkan berbagai organisasi masyarakat seperti RT/RW, Linmas, Karang Taruna, serta komunitas relawan lokal. Bentuk kegiatannya meliputi penyusunan buku saku KOMPAK, pelatihan dan pembentukan relawan KOMPAK, serta penguatan jejaring komunikasi dan pelaporan cepat antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran.

Hakim menuturkan, untuk sementara ini program Kompak baru
diterapkan di Kecamatan Metro Pusat dan Metro Timur dan dengan komitmen bersama
selanjutnya akan dilaksanakan di semua Kecamatan se-Kota Metro.
“Untuk
saat ini pilot project penerapan program ini di Kecamatan Metro Pusat dan Metro
Timur. Tetapi kedepan nanti akan kita terapkan ke semua Kecamatan yang ada di
Kota Metro,” tuturnya.
Selain
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam pencegahan serta
penanganan awal kebakaran, program ini juga bertujuan mendukung pencapaian
Indikator Kinerja Utama (IKU) Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan,
khususnya terkait waktu tanggap (response time) sebagaimana diatur dalam
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Kebakaran.
Pemerintah
Kota Metro menyambut baik implementasi KOMPAK karena dinilai sejalan dengan
misi RPJMD Kota Metro 2025 - 2029, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan
yang efektif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui
kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan angka kejadian
kebakaran dapat ditekan sekaligus meningkatkan rasa aman dan ketahanan
lingkungan.
Ke
depan, program KOMPAK direncanakan tidak hanya berhenti pada tahap pilot
project, tetapi akan diperluas ke seluruh kelurahan di Kota Metro dan
dilembagakan sebagai bagian dari sistem pelayanan kebakaran daerah.
Bahkan,
program ini diarahkan menjadi model percontohan gerakan masyarakat tanggap
kebakaran di Provinsi Lampung.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, KOMPAK diharapkan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Kota Metro yang aman, tangguh, dan berdaya menghadapi risiko kebakaran.
(Lika)
Tulis Komentar