Keterangan Gambar : Ilustrasi dibuat dengan AI.
Kota Metro, A1BOS.COM -Pernah merasa sudah bekerja keras, tetapi karier seperti tidak bergerak ke mana-mana? Pekerjaan selesai, target tercapai, pengalaman bertambah, tetapi posisi, tanggung jawab, bahkan jenis masalah yang dihadapi terasa itu-itu saja.
Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kemampuan Anda sudah mentok. Bisa jadi, masalahnya bukan pada kemampuan, melainkan karena Anda terlalu lama berada di lingkungan yang sama dan menggunakan keterampilan yang sama untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama.
Cal Newport, penulis buku Deep Work dan So Good They Can’t Ignore You sekaligus profesor ilmu komputer di Georgetown University, banyak menulis tentang keterampilan, pekerjaan, dan perkembangan karier. Salah satu gagasan pentingnya adalah kepuasan dan perkembangan profesional tidak cukup dibangun hanya dengan mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat.
Dalam pandangan Newport, keterampilan yang bernilai dapat menjadi modal untuk membangun karier. Semakin kuat kemampuan yang dikuasai, semakin besar pula peluang seseorang mendapatkan tanggung jawab, dampak, atau kendali yang lebih besar dalam pekerjaannya.
Artinya, pertanyaannya bukan hanya apakah Anda sudah bekerja keras. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah pekerjaan yang Anda lakukan hari ini sedang membuat Anda lebih siap menghadapi pekerjaan yang lebih besar besok?
Ada jebakan dalam pekerjaan yang sudah dikuasai. Semakin lama seseorang berada dalam posisi yang sama, semakin mudah ia menyelesaikan tugas karena sudah memahami pola, orang-orang yang harus dihubungi, serta masalah yang biasanya muncul.
Kondisi tersebut tentu memiliki keuntungan. Anda menjadi lebih berpengalaman dan pekerjaan terasa lebih ringan. Namun, kenyamanan juga bisa membuat seseorang tidak menyadari bahwa tantangan yang dihadapi sebenarnya sudah tidak bertambah.
Di sinilah seseorang perlu membedakan antara menjadi semakin ahli dan terus berkembang. Anda bisa sangat ahli mengerjakan pekerjaan yang sama, tetapi belum tentu sedang membangun kemampuan baru yang dibutuhkan untuk melangkah lebih jauh.
Pertumbuhan karier tidak selalu terlihat dari perubahan jabatan atau kenaikan gaji. Seseorang bisa tetap berada pada posisi yang sama, tetapi mendapatkan kemampuan baru, menangani proyek yang lebih rumit, memperluas jaringan, atau mulai dipercaya mengambil keputusan yang sebelumnya berada di tangan orang lain.
Sebaliknya, seseorang juga bisa mendapatkan jabatan baru tanpa benar-benar mengalami perkembangan kemampuan yang berarti. Karena itu, pertanyaan tentang karier sebaiknya tidak berhenti pada, “Kapan saya naik jabatan?”
Coba tanyakan sesuatu yang lebih sederhana: “Apa yang sekarang bisa saya lakukan yang belum bisa saya lakukan dua atau tiga tahun lalu?”
Jawaban atas pertanyaan tersebut bisa menjadi indikator yang lebih jujur tentang pertumbuhan. Jika jawabannya sulit ditemukan, mungkin yang perlu diperiksa bukan seberapa keras Anda bekerja, tetapi ke mana kemampuan Anda berkembang.
Perasaan karier mandek sering membuat seseorang menyalahkan dirinya sendiri. Ia merasa kurang pintar, kurang berani mengambil risiko, kurang produktif, atau kalah cepat dibandingkan teman-temannya yang sudah lebih dulu mendapatkan posisi tertentu.
Padahal, perkembangan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pribadi. Lingkungan kerja juga berpengaruh. Ada tempat kerja yang memberi ruang untuk mencoba proyek baru, sementara ada pula yang terus menempatkan seseorang dalam pekerjaan tertentu karena ia dianggap paling mampu mengerjakannya.
Adam Grant, psikolog organisasi dan penulis buku Think Again, banyak membahas pentingnya kemampuan untuk meninjau kembali asumsi dan cara berpikir yang selama ini kita gunakan. Menurut pendekatan Grant, kemampuan untuk rethinking dan unlearning menjadi semakin penting ketika seseorang menghadapi perubahan.
Dalam konteks karier, gagasan tersebut menarik. Ketika merasa buntu, mungkin yang perlu diubah bukan hanya pekerjaannya, tetapi juga cara kita melihat pekerjaan dan kemungkinan yang masih tersedia di dalamnya.
Ketika karier terasa membosankan, pilihan pertama yang sering muncul adalah mencari pekerjaan baru. Padahal, rasa bosan tidak otomatis berarti Anda harus resign.
Coba lihat lebih dulu apa yang sebenarnya kurang. Apakah Anda membutuhkan tantangan baru, keterampilan baru, tanggung jawab baru, atau memang lingkungan kerja sekarang sudah tidak menyediakan ruang untuk berkembang?
Jawabannya akan menghasilkan keputusan yang berbeda. Jika persoalannya hanya rutinitas, mungkin Anda cukup mencari proyek baru atau meminta tanggung jawab berbeda. Jika keterampilan yang stagnan menjadi masalah, belajar sesuatu yang baru bisa menjadi jalan keluar.
Namun, jika lingkungan kerja memang tidak lagi memberikan kesempatan untuk berkembang, pilihan mencari tempat baru bisa mulai dipertimbangkan. Bukan karena pekerjaan lama selalu buruk, tetapi karena kebutuhan perkembangan seseorang juga bisa berubah.
Seth Godin, penulis dan pengusaha yang banyak membahas pekerjaan, kreativitas, pemasaran, dan perubahan, juga sering mengajak pembacanya melihat kembali pola yang membuat seseorang sulit bergerak. Gagasannya banyak berangkat dari pertanyaan tentang apa yang membuat orang tetap bertahan dalam kondisi yang sebenarnya ingin mereka ubah.
Dalam konteks karier, persoalan tersebut bisa muncul dalam bentuk yang sederhana. Seseorang tahu pekerjaannya tidak lagi memberi tantangan, tetapi tetap bertahan karena sudah nyaman, takut gagal, atau terlalu memikirkan penilaian orang lain.
Perubahan juga tidak harus selalu berupa keputusan besar. Mencoba proyek berbeda, mempelajari keterampilan baru, memperluas jaringan profesional, atau mengambil tanggung jawab yang belum pernah dilakukan bisa menjadi cara untuk keluar dari pola lama.
Jika karier terasa berjalan di tempat, tidak perlu langsung membuat keputusan besar. Mulailah dengan melihat perkembangan diri secara lebih konkret.
Pertama, keterampilan apa yang bertambah dalam dua atau tiga tahun terakhir? Jika jawabannya sulit ditemukan, mungkin sudah waktunya membuat target belajar baru yang benar-benar berhubungan dengan arah karier Anda.
Kedua, siapa orang yang beberapa langkah lebih maju dari posisi Anda sekarang? Perhatikan bagaimana mereka sampai di sana. Bukan untuk membandingkan diri, tetapi untuk mengetahui keterampilan, pengalaman, dan tanggung jawab apa yang perlu dibangun.
Ketiga, apakah tempat Anda bekerja masih memberikan ruang untuk berkembang? Jika jawabannya ya, mungkin Anda hanya perlu mencari tantangan baru. Jika jawabannya tidak, pilihan yang lebih besar bisa mulai dipertimbangkan dengan lebih matang.
Karier yang terasa lambat belum tentu berarti gagal. Bisa jadi pengalaman terus bertambah, tetapi tantangan tidak lagi meningkat. Bisa juga Anda terlalu lama mengandalkan kemampuan yang sama karena kemampuan tersebut sudah membuat pekerjaan terasa mudah.
Cal Newport menyebut pendekatan karier yang menarik: kuasai keterampilan yang berguna, lalu gunakan penguasaan itu untuk membentuk kehidupan kerja yang lebih baik. Dalam pandangannya, keterampilan bukan hanya membuat seseorang lebih aman secara profesional, tetapi juga dapat menjadi modal untuk mendapatkan lebih banyak otonomi dan dampak dalam pekerjaan.
Jadi, sebelum mengatakan “karier saya mandek”, coba lihat kembali situasinya. Mungkin bukan Anda yang berhenti berkembang, melainkan lingkungan Anda yang sudah terlalu familiar.
Mungkin Anda hanya terlalu lama memainkan permainan yang sama, dengan kemampuan yang sama, di tempat yang sama.
Dan mungkin langkah berikutnya bukan selalu keluar dari pekerjaan.
Bisa jadi, Anda hanya perlu menemukan tantangan baru yang membuat Anda kembali berkembang.
Tulis Komentar