A1BOS.COM - Alkisah, setelah selesai makan siang bersama, seorang pemuda bersama seorang teman kantornya berjalan santai menyusuri jalanan. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan, seorang perempuan tua berpakaian sederhana menghampiri mereka sambil menenteng beberapa kantong plastik berisi sayuran.
“Maaf Tuan, mau beli sayuran ini? Saya sendiri yang menanam dan memetiknya,” kata si nenek penuh harap, sambil tangan keriputnya mengulurkan beberapa kantong plastik berisi sayur mayur. Setelah menatap si nenek sebentar, tanpa basa-basi, teman pemuda itu langsung mengeluarkan dompet dan membayarnya. Tiga kantong plastik sayuran pun berpindah tangan.
“Terima kasih Tuan, semoga Tuan diberi kelancaran dalam rezeki,” dengan suara bergetar terharu si nenek menggenggam erat uang jualannya.
Setelah nenek itu berlalu, si pemuda bertanya keheranan kepada kawannya, “Kamu benar-benar mau makan sayur ini…? Kamu lihat sendiri kan, sayur itu sudah layu dan mulai kuning. Ada ulatnya, lagi…”
Sambil mengamati kantong-kantong sayuran yang baru dibelinya, temannya itu menjawab, “Ya, kamu benar, sayuran ini kelihatannya memang kurang layak dimakan.”
“Lho, tadi kenapa kamu langsung beli?” Tanya si teman.
“Karena kalau aku tidak membelinya, sepertinya tidak akan ada orang yang mau membelinya. Kasihan si nenek nggak dapat penghasila,” jawab pemuda itu.
Pemuda itu terhenyak kagum atas kebaikan temannya itu. Segera ia berbalik mengejar si nenek untuk melakukan hal yang sama.
Sambil berlinang air mata, nenek penjual sayur berucap, “Anak muda, terima kasih. Nenek tahu, kalian membeli sayur ini, mungkin karena kasihan melihat nenek. Sayurannya memang kurang segar. Tapi kalau bukan kalian, tidak ada yang mau membelinya. Uang ini sungguh sangat berarti untuk membeli obat, untuk cucu nenek yang sedang sakit. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian.”
Sumber : https://andriewongso.com/pembuat-keajaiban/
Tulis Komentar