08117992581

7 Film Korea Terbaru Oktober 2026, Ada Anak yang Kembali Setelah 9 Tahun

$rows[judul] Keterangan Gambar : Salah satu adegan film Paradise Lost. foto/imdb

Kota Metro, A1BOS.COM - Bagaimana jika anak yang selama sembilan tahun dianggap meninggal tiba-tiba pulang, tetapi kehadirannya justru membuat sang ibu ketakutan?

Premis itu menjadi daya tarik Paradise Lost, salah satu film Korea terbaru yang dijadwalkan tayang pada Oktober 2026. Namun, film ini bukan satu-satunya yang menawarkan cerita tak biasa. Ada pula kru pembuat konten internet yang menghadapi teror di rumah sakit terbengkalai, seekor babi yang ingin menjadi manusia, hingga guru yang mendadak terlibat dalam penyusunan soal ujian masuk perguruan tinggi.

Tujuh film ini membawa penonton ke situasi yang berbeda. Sebagian mengandalkan ketegangan psikologis, sementara lainnya menggabungkan humor, drama keluarga, dan persoalan kehidupan yang lebih dekat dengan kenyataan.

Bagi pencinta film Korea yang ingin mencari tontonan baru, berikut tujuh judul yang patut masuk daftar pantauan pada Oktober 2026.

1. Paradise Lost: Anak yang Pulang Setelah Sembilan Tahun Justru Menakutkan Ibunya

Bayangkan menunggu kepulangan seorang anak selama sembilan tahun. Ketika akhirnya dia kembali, sosok yang berdiri di depan pintu justru terasa seperti orang asing.

Situasi itulah yang menjadi pusat cerita Paradise Lost, film thriller psikologis garapan Yeon Sang-ho. Sutradara Train to Busan ini kembali menghadirkan cerita tentang manusia yang berhadapan dengan situasi mengerikan, kali ini melalui hubungan seorang ibu dan anaknya.

Kim Hyun-joo memerankan Ryu So-young, seorang ibu tunggal yang kehilangan putranya, Sun-woo, setelah bus sekolah yang ditumpangi anak tersebut bersama teman-temannya menghilang saat perjalanan berkemah. Bus itu akhirnya ditemukan, tetapi Sun-woo dan anak-anak lainnya tidak diketahui keberadaannya.

Sembilan tahun kemudian, Sun-woo kembali dalam keadaan hidup. Masalahnya, ia bukan lagi anak yang diingat So-young.

Selama bertahun-tahun, sang ibu berusaha mengatasi kehilangan dengan menggunakan program kecerdasan buatan (AI) yang menghadirkan representasi Sun-woo ketika masih kecil. Kehadiran putranya yang kini telah dewasa membuat hubungan mereka semakin rumit.

Bae Hyeon-seong memerankan Sun-woo, sosok yang kepulangannya justru memunculkan pertanyaan baru. Apa yang sebenarnya terjadi selama sembilan tahun menghilangnya? Mengapa anak yang dulu dikenal sang ibu kini terasa begitu asing?

Pertanyaan tersebut menjadi modal utama film ini. Ketegangan tidak hanya datang dari misteri masa lalu, tetapi juga dari ketidakpastian tentang orang yang seharusnya paling dikenal oleh seorang ibu.

Paradise Lost dijadwalkan tayang di bioskop Korea Selatan pada 21 Oktober 2026. Film ini juga dijadwalkan tayang di Indonesia pada 13 November 2026 menurut pengumuman distributor internasional CJ ENM. (CJ ENM)

2. Killing Time: Demi Konten Viral, Mereka Masuk Rumah Sakit Terbengkalai

Rumah sakit terbengkalai sudah menjadi lokasi klasik film horor. Namun, bagaimana jika orang-orang yang masuk ke dalamnya justru datang untuk mencari penonton sebanyak-banyaknya?

Itulah premis Killing Time, film horor thriller yang dibintangi Ryu Hye-young dan Nam Yoon-su. Ceritanya mengikuti sebuah tim penyiaran internet yang popularitasnya dibangun melalui konten sensasional.

Keadaan berubah setelah seorang anggota tim meninggal ketika siaran langsung berlangsung. Insiden tersebut membuat kelompok itu kehilangan popularitas dan berusaha mencari jalan untuk bangkit kembali.

Yeon-woo, yang diperankan Ryu Hye-young, akhirnya menerima ajakan Joo-won, karakter yang dimainkan Nam Yoon-su, untuk membuat konten baru. Mereka memilih sebuah rumah sakit terbengkalai sebagai lokasi siaran.

Keputusan tersebut menjadi awal dari masalah yang jauh lebih serius. Ketika sosok misterius mulai meneror mereka, kegiatan yang semula dirancang untuk menarik perhatian penonton berubah menjadi perjuangan menyelamatkan diri.

Premis Killing Time terasa dekat dengan budaya digital saat ini. Persaingan mendapatkan perhatian membuat para pembuat konten harus terus mencari sesuatu yang lebih mengejutkan. Dalam film ini, dorongan tersebut membawa mereka ke tempat yang seharusnya dihindari.

Namun, daya tarik utamanya bukan sekadar pertanyaan apakah mereka mampu keluar dari rumah sakit itu. Penonton juga diajak melihat bagaimana ambisi untuk kembali populer dapat mendorong seseorang mengambil risiko yang tidak masuk akal.

Killing Time dijadwalkan tayang di bioskop Korea Selatan pada 21 Oktober 2026. (Korean Film Biz Zone)

3. Pig That Survived Foot-and-Mouth Disease: Seekor Babi Ingin Menjadi Manusia

Seekor babi ingin menjadi manusia. Sebaliknya, seorang pemuda justru ingin meninggalkan kehidupan sebagai manusia.

Pertemuan dua keinginan yang bertolak belakang itu menjadi dasar cerita Pig That Survived Foot-and-Mouth Disease, film animasi drama karya mendiang sutradara Hur Bum-wook.

Tokoh utamanya adalah Pig H, seekor babi yang berhasil bertahan hidup dari lubang pemusnahan hewan. Setelah melewati pengalaman tersebut, ia menyimpulkan bahwa satu-satunya cara untuk menghindari nasib buruk adalah menjadi manusia seutuhnya.

Di sisi lain, Choi Jeong-seok merupakan pemuda yang sejak kecil mengalami kekerasan dan perundungan. Pengalaman tersebut membuatnya ingin meninggalkan kehidupan manusia dan menjalani kehidupan sebagai binatang.

Keduanya berangkat dari pengalaman yang berbeda, tetapi sama-sama ingin melarikan diri dari keadaan yang mereka anggap menyakitkan.

Premis ini membuat film tersebut berbeda dari animasi yang mengandalkan petualangan atau humor ringan. Kisahnya justru bergerak ke wilayah yang lebih keras, dengan persoalan tentang kekerasan, penderitaan, dan keinginan untuk bertahan hidup.

Judulnya memang terdengar ganjil. Namun, justru di situlah daya tariknya. Film ini membalik anggapan umum tentang manusia dan binatang: satu tokoh ingin memperoleh kehidupan manusia, sedangkan tokoh lainnya tidak lagi menginginkannya.

Pig That Survived Foot-and-Mouth Disease dijadwalkan tayang di Korea Selatan pada 21 Oktober 2026. Film berdurasi sekitar 104 menit ini ditujukan bagi penonton dewasa di Korea Selatan. (Cine21)

4. Ugly Duckling Ms. Maeng: Guru Biasa Terjebak dalam Dunia Penyusun Soal Ujian

Menyusun soal ujian masuk perguruan tinggi bukan pekerjaan sembarangan. Kesalahan kecil bisa menimbulkan persoalan besar. Apalagi jika para penyusunnya harus bekerja dalam lingkungan tertutup selama berminggu-minggu.

Situasi itulah yang menjadi sumber komedi Ugly Duckling Ms. Maeng, film garapan Lee Yong-jae yang dibintangi Lee Sun-bin, Yoo Jae-myung, Kim Young-min, dan Jeon Seok-ho.

Ceritanya berpusat pada Maeng Bo-ram, seorang guru bahasa Korea yang secara tidak sengaja bergabung dengan tim penyusun soal ujian masuk perguruan tinggi Korea Selatan atau College Scholastic Ability Test (CSAT).

Bo-ram harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang sangat berbeda dari sekolah tempatnya mengajar. Bersama anggota tim lainnya, ia menjalani proses penyusunan soal dalam fasilitas tertutup selama 40 hari.

Di tempat itu, pengalaman dan cara pandang setiap orang menjadi sumber persoalan. Bo-ram datang dengan latar belakang sebagai guru, sedangkan rekan-rekannya memiliki pengalaman berbeda dalam pekerjaan yang menuntut ketelitian tinggi.

Premisnya membuka ruang bagi komedi situasi. Seorang guru yang tidak terbiasa dengan lingkungan tersebut harus berhadapan dengan prosedur ketat, tekanan pekerjaan, dan dinamika kelompok yang tidak selalu berjalan mulus.

Film ini juga membawa penonton ke balik proses penyusunan ujian yang sangat menentukan bagi para pelajar Korea Selatan. Meski dikemas sebagai komedi, latarnya memiliki hubungan dengan persoalan yang akrab bagi banyak keluarga: tekanan pendidikan dan persaingan untuk masuk perguruan tinggi.

Ugly Duckling Ms. Maeng dijadwalkan tayang di Korea Selatan pada 28 Oktober 2026. 

5. Mash Ville: Tiga Bersaudara Terjerat Masalah Gara-Gara Minuman Keras

Tiga bersaudara hanya ingin menyelesaikan satu masalah. Namun, perjalanan mereka justru membawa mereka ke sebuah desa yang menyimpan bahaya.

Itulah premis Mash Ville, film yang memadukan komedi, kriminalitas, dan unsur western. Film garapan Hwang Wook ini mengikuti tiga bersaudara yang terlibat dalam pembuatan dan penjualan minuman keras secara diam-diam.

Masalah muncul ketika mereka mengetahui bahwa kiriman minuman keras berbahaya telah sampai di sebuah bar di Desa Hwaseong. Mereka kemudian berangkat untuk mengambil kembali kiriman tersebut.

Rencana itu terdengar sederhana. Namun, keadaan di desa ternyata jauh dari perkiraan.

Ketiganya harus berhadapan dengan situasi kriminal yang semakin rumit. Upaya menyelesaikan persoalan mereka sendiri berubah menjadi rangkaian kejadian yang sulit dikendalikan.

Kombinasi komedi dan kriminal menjadi daya tarik utama film ini. Tokoh-tokohnya tidak memulai perjalanan sebagai penyelamat, melainkan orang-orang yang ingin membereskan masalah sendiri. Namun, keputusan yang mereka ambil justru membuat persoalan semakin besar.

Bagi penonton yang menyukai cerita kriminal dengan sentuhan humor, Mash Ville dapat menjadi alternatif dari thriller psikologis yang lebih serius.

Film ini dijadwalkan tayang di Korea Selatan pada 28 Oktober 2026. 

6. Journey There: Ketika Pertemuan Baru Mengubah Kehidupan

Tidak semua film harus menghadirkan teror atau kejar-kejaran untuk membuat penonton penasaran. Terkadang, sebuah pertemuan sederhana justru dapat menjadi awal dari perubahan besar.

Journey There, film drama garapan Kim Jin-yu, membawa cerita ke wilayah tersebut. Film ini dibintangi Kim Hye-ok, Justin H. Min, dan Gong Min-jeong.

Kisahnya berpusat pada Chun-hee, seorang perempuan yang menghadapi kehilangan dan harus menata kembali kehidupannya. Dalam perjalanan tersebut, ia bertemu Min-jun, seorang konduktor yang kembali ke Korea Selatan setelah dibesarkan di Jerman.

Pertemuan mereka bermula dari persoalan sederhana yang melibatkan sebuah piano. Namun, hubungan keduanya berkembang ketika musik mulai menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Min-jun kemudian mengajar piano kepada Chun-hee. Ia juga berhubungan dengan Seong-chan, seorang anak yang memiliki cita-cita menjadi pianis.

Kehadiran orang-orang baru tersebut membawa perubahan dalam kehidupan Chun-hee. Di tengah pengalaman kehilangan dan persoalan pribadi, ia menemukan hubungan yang membuka kemungkinan untuk melihat kehidupannya dari sudut pandang berbeda.

Musik menjadi salah satu penghubung utama dalam cerita ini. Piano bukan sekadar benda yang mempertemukan para tokoh, tetapi juga bagian dari perjalanan mereka membangun hubungan dan menghadapi masa lalu.

Bagi penonton yang lebih menyukai drama karakter daripada cerita penuh kejutan, Journey There menawarkan pilihan yang lebih tenang.

Film ini dijadwalkan tayang di Korea Selatan pada 28 Oktober 2026. 

7. My Mother’s Household Ledger: Kisah Ibu yang Tersimpan dalam Buku Keuangan Selama 50 Tahun

Kadang-kadang, kisah sebuah keluarga tidak tersimpan dalam album foto, melainkan dalam buku catatan pengeluaran rumah tangga.

Hal itu menjadi titik awal My Mother’s Household Ledger, dokumenter garapan Sung Seung-taek. Film ini mengikuti seorang anak yang menemukan catatan keuangan milik ibunya yang telah ditulis selama sekitar 50 tahun.

Catatan tersebut bukan sekadar daftar pemasukan dan pengeluaran. Di dalamnya tersimpan perjalanan sebuah keluarga, perubahan kehidupan sehari-hari, serta jejak sejarah modern Korea Selatan.

Ketika sang ibu mulai menunjukkan gejala demensia, catatan itu memperoleh makna baru. Ingatannya semakin memudar, sementara buku-buku yang ditulisnya menyimpan rekaman kehidupan yang tidak lagi dapat ia ceritakan secara utuh.

Sang anak berusaha memahami kembali sosok ibunya melalui catatan tersebut. Ia ingin mengenali pengalaman, perasaan, dan perjalanan hidup yang selama ini mungkin tidak sepenuhnya dipahaminya.

Premis ini membuat My Mother’s Household Ledger berbeda dari film-film lain dalam daftar. Tidak ada misteri pembunuhan atau ancaman makhluk tak dikenal. Yang dihadapi justru persoalan waktu, ingatan, dan hubungan keluarga.

Kekuatan dokumenter ini terletak pada hal-hal sederhana yang sering luput dari perhatian. Catatan pengeluaran dapat memperlihatkan bagaimana sebuah keluarga menjalani masa-masa sulit, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan melewati perubahan zaman.

Film berdurasi 91 menit ini dijadwalkan tayang di Korea Selatan pada Oktober 2026. Basis data KoBiz mencatat tanggal 28 Oktober, sedangkan katalog Cinecube mencantumkan 23 Oktober sebagai tanggal pembukaan. Perbedaan tersebut membuat jadwal rilisnya perlu dikonfirmasi kembali. 

Film Korea Oktober 2026: Mana yang Paling Layak Masuk Daftar Tontonan?

Tujuh film tersebut memperlihatkan bahwa daya tarik sinema Korea tidak hanya bergantung pada romansa atau nama besar para pemainnya. Premis cerita yang tidak biasa juga dapat menjadi alasan untuk memberi kesempatan kepada sebuah film.

Bagi penggemar thriller, Paradise Lost menawarkan misteri tentang seorang anak yang kembali setelah sembilan tahun, sedangkan Killing Time membawa ancaman ke dunia siaran internet.

Penonton yang mencari cerita lebih eksperimental dapat mempertimbangkan Pig That Survived Foot-and-Mouth Disease. Sementara itu, Ugly Duckling Ms. Maeng dan Mash Ville menawarkan komedi melalui situasi yang penuh kekacauan.

Jika lebih menyukai drama kehidupan, Journey There dan My Mother’s Household Ledger membawa perhatian kembali kepada hubungan antarmanusia, kehilangan, dan ingatan.

Perlu diingat, jadwal tersebut mengacu pada penayangan di Korea Selatan. Ketersediaan di Indonesia dapat berbeda, sehingga jadwal bioskop dan layanan streaming resmi perlu diperiksa kembali sebelum menentukan tontonan.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)